Juara IBL 2016, CLS Knights Surabaya tumbang di rumahnya sendiri. Mereka dikalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan kedudukan 66-54 untuk kemenangan SM.

Bila menyaksikan jalannya pertandingan, skor kedua tim tak pernah terpaut jauh. Namun CLS malam ini punya masalah di akurasi, sebab mereka hanya membukukan 28 persen akurasi (field goals). 19 dari 66 percobaan tembakan, bukan catatan yang bagus untuk tim sekelas CLS. Selain itu, mereka membuat 24 turn over. Ini jelas bermaslah sebab, SM mampu membuat kesalahan CLS tersebut hingga menghasilkan 25 poin. Usaha shooter CLS untuk mencetak poin juga tak membuahkan hasil, sebab hanya 5 dari 28 tembakan tripoin yang tepat sasaran.

Kepala pelatih CLS Knights, Wahyu Widayat Jati tampak kecewa dengan penampilan timnya malam ini. Akurasi jelas jadi masalah utama, meski sebetulnya strategi sudah dijalankan dengan baik. Sumbangan poin terbesar datang dari Jamarr Andre Johnson dengan 17 poin, sedangkan McKinney mencetak double-double dengan 10 poin dan 18 rebound.

"Persentase kami turun hari ini. Kemarin bisa 40 persen, hari ini hanya 28 persen saja. Problem kami di transisi, ketika sudah offense mereka lupa defense. Selain itu kami juga tidak manage game dengan baik," ujar coach Cacing, sapaan akrabnya. "Mungkin euforia juara musim lalu masih terasa. Tapi ini sudah tidak boleh lagi ada di tim ini."

Satria Muda pun sejatinya tak tampil istimewa. Produktifitas poin juga tak seperti di laga perdana kemarin saat menang melawan Satya Wacana Salatiga, 85-66. Kali ini SM harus berjibaku menjebol defense CLS. Hasilnya mereka bisa membukukan akurasi 32 persen (25/78). Namun yang paling menonjol tentu defense SM yang baik hingga memaksa CLS membuat 24 turn over.

"Hari ini defense kami sangat baik, bisa memaksa CLS buat turn over yang banyak. Tapi memang mereka tim yang hebat, tiga hari berturut-turut bertanding, masih punya tenaga yang besar," kata kepala pelatih SM, Youbel Sondakh. "Sementara itu, kontribusi pemain asing kami juga besar. Mereka sudah tampil seperti yang kami inginkan."

Di laga ini memang terlihat perubahan di strategi SM. Arki Dikania Wisnu tampak berganti peran dengan Tyreek Jewell. Arki lebih banyak membawa bola dan Jewell berperan sebagai shooter.

"Ya itu memang sengaja kami lakukan, namun perubahan itu sangat memungkinkan. Mengingat kemampuan individu mereka cukup baik. Saya hanya berusaha memaksimalkan kemampuan mereka," lanjut Youbel.

Tyreek Jewell berhasil mencetak 17 poin, sementara itu Carlos Smith menambahkan 16 poin dan 14 rebound. Kapten tim SM, Arki Dikania Wisnu juga tampil baik dengan torehan 11 poin.

Foto: Hari Purwanto

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern