Salah satu nama besar yang masuk Naismith Memorial Basketball Hall of Fame Class of 2020 adalah Kevin Garnett. Legenda Minnesota Timberwolves dan Boston Celtics tersebut dilantik bersama Tim Duncan dan mendiang Kobe Bryant. Dalam pidatonya, Garnett meminta maaf kepada Timberwolves karena tidak bisa memberi gelar juara.

Garnett memulai pidatonya dengan berterima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam perjalanan kariernya, termasuk Isaiah Thomas yang memberinya nasihat untuk melecut semangatnya bermain di NBA setelah lulus dari sekolah menengah. Garnett juga berterima kasih kepada ibunya, Shirley.

"Banyak orang tidak tahu saya dari South Carolina. Saya seorang anak desa. Saya suka mengatakan itu. Ibu saya adalah wanita yang sangat intens dan bersemangat, saya pikir itu contoh yang baik. Saya ingin berterima kasih kepada ibu saya, Shirley, untuk itu," kata Garnett.

Dia berterima kasih kepada Chicago, tempat dia bermain bola basket di awal kariernya. Berterima kasih kepada Boston Celtics, tempatnya meraih semua ketenaran, dan tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Brooklyn Nets yang sempat dibelanya selama dua musim. Garnett juga berterima kasih kepada Minnesota Timberwoves, di mana dia menghabiskan 12 tahun pertama dan juga satu setengah tahun terakhir dalam karier NBA-nya.

"Satu-satunya penyesalan saya dengan Minnesota Timberwolves adalah saya tidak bisa membawa mereka meraih gelar juara. Tapi saya berharap untuk membangun kembali basket di kota Minneapolis, dan saya ingin berterima kasih kepada kota dan negara bagian. Terima kasih, Minnesota," katanya.

"Saya pikir semua yang saya pelajari di Minnesota bisa saya bawa ke Boston dan menjadikan diri saya pemain yang lebih baik dan rekan satu tim yang lebih baik."

Garnett juga mengingat persaingannya dengan Tim Duncan dan Kobe Bryant. Sebagai tiga pemain terbaik di Wilayah Barat selama akhir 1990-an dan awal 2000-an, Garnett, Duncan, dan Bryant sering bertemu, baik di musim reguler dan playoff, dan bermain bersama di sembilan NBA All-Star.

Pada 1999 dan 2001, Garnett dan Timberwolves tersingkir dari babak playoff di putaran pertama oleh Duncan dan San Antonio Spurs . Beberapa tahun kemudian, Garnett dan Bryant berhadapan di playoff berturut-turut. Pada tahun 2003, Lakers memenangkan pertandingan putaran pertama melawan Wolves. Kemudian pada tahun 2004 Lakers mengalahkan Garnett dan Wolves di final Wilayah Barat.

Sementara Garnett tidak pernah mengalahkan Duncan di babak playoff, dia akhirnya membalas dendam terhadap pada Kobe Bryant. Setelah bergabung dengan Celtics pada musim 2007-2008, Garnett membantu Boston mengalahkan Los Angeles Lakers di Final NBA untuk memenangkan gelar juara di tahun 2008. Jadi satu-satunya cincin juara Garnett didapatkan dengan mengalahkan Bryant. (tor)

Foto: USA Today

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern