NBA memberi penjelasan soal kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh bintang Los Angeles Lakers, LeBron James, pada Senin malam, waktu setempat. Kasus ini menjadi perhatian publik ketika LeBron tidak dihukum. Dalam arti, ketika terbukti menghadiri kerumunan, LeBron malah tidak dikarantina. Dia bisa bermain melawan Phoenix Suns, di Gim 1 Playoff putaran pertama NBA 2021.

Kasus ini mencuat setelah muncul berita dari Dave McMenamin dari ESPN. Dave melaporkan bahwa LeBron James telah menghadiri sebuah acara promo minuman, sehari sebelum pertandingan Play-In Tournament melawan Golden State Warriors, 19 Mei lalu. Dalam acara tersebut juga hadir Drake dan Michael B. Jordan. Berita tersebut langsung menimbulkan spekulasi di media. Ada yang mengira LeBron bakal dikarantina dan absen membela Lakers saat playoff dimulai.

Tetapi di luar dugaan, justru LeBron tidak dihukum. Sementara NBA mengeluarkan penjelasan bahwa acara tersebut tidak menimbulkan penyebaran virus Covid-19. Kepala Komunikasi NBA, Mike Bass menjelaskan bahwa para tamu yang hadir dalam acara tersebut diminta menunjukkan bukti vaksinasi atau tes negatif Covid-19 yang masih berlaku.

(Sumber: twitter.com/NBAPR)

Penjelasan tersebut memicu reaksi kritis tentang dokumen yang digunakan LeBron James untuk menghadiri acara tersebut. Kemungkinannya ada dua, LeBron menyerahkan hasil tes negatif, atau dirinya memang sudah divaksinasi. Namun juara NBA empat kali itu enggan memberikan keterangan.

"Ini bukan masalah besar. Vaksinasi atau tidak, itu urusan pribadi saya. Saya bisa menjaga diri saya," kata James.

Baca juga: LeBron James Melanggar Protokol Kesehatan, Tapi Tidak Dikarantina

Setelah kasus ini mencuat, orang-orang baru menyadari bahwa NBA dan NBPA (Asosisasi Pemain NBA) telah menyetujui perubahan protokol kesehatan sejak 18 Maret 2021 lalu. Intinya bagi pemain yang sudah divaksinasi penuh (dua kali) maka bebas beraktifitas. Dia bisa mengunjungi teman dan keluarga. Bahkan sebaliknya, dia bisa dikunjungi oleh teman dan sanak saudaranya di rumah. Salah satu keuntungannya, para pemain bisa datang ke restoran favoritnya, selama tempat tersebut mengikuti aturan protokol kesehatan.

(Sumber: twitter.com/Baxter)

Baxter Holmes, penulis senior ESPN juga menyebut bahwa tim yang pemain dan staf-nya sudah divaksinasi penuh, tidak harus memakai masker di tempat latihan. Namun dalam tulisannya, Holmes juga menjelaskan bahwa sampai sekarang belum jelas jumlah orang di komunitas NBA yang sudah menerima vaksin.

Kembali ke kasus LeBron James, melihat tindakan yang diambil NBA terhadap kasus tersebut, maka Chris Haynes dari Yahoo!Sports menyimpulkan bahwa LeBron sudah menerima vaksin. Tapi itu hanya kesimpulan pribadi semata. Kenyataannya hanya LeBron dan NBA yang tahu. Namun setidaknya, penggemar Lakers tidak perlu khawatir karena LeBron tetap memimpin timnya di playoff putaran pertama melawan Phoenix Suns. (tor)

Foto: New York Post

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern