Paul George: Sampai Tetes Energi Terakhir

| Penulis : 

Bintang LA Clippers Paul George sama sekali tidak menyesal, setelah perjalanan mereka di NBA musim ini berakhir. Clippers kalah 2-4 dari Phoenix Suns di Final Wilayah Barat, Rabu malam, waktu Amerika Serikat. George mengaku semua pemain sudah memberikan segalanya, sampai tetes tenaga terakhir.

Clippers tidak pernah kehilangan ketenangan dan kepercayaan diri, meski tanpa Kawhi Leonard yang cedera di Gim 4 Semifinal Wilayah Barat melawan Utah Jazz. Kepala pelatih Tyronn Lue juga patut diberi apresiasi, karena mampu menjaga motivasi bertanding pemainnya. Bahkan saat Clippers tertinggal 0-2 dari Suns, di seri final konferensi ini.

Clippers bisa memperkecil ketertinggalan jadi 2-3, sebelum akhirnya Suns mengalahkan mereka di Gim 6. Bertumpu pada performa menawan Chris Paul. Sementara di sisi Clippers, mereka tidak punya Serge Ibaka dan Leonard, serta dalam dua pertandingan terakhir tidak ada Ivica Zubac.

Sebuah momen yang mengharukan terjadi di Gim 6, hari ini. Kepala pelatih Tyronn Lue mengeluarkan PG13 dari permainan. Lue memeluk George lalu membiarkan dia duduk di bangku cadangan. Terlihat George mulai menangisi kegagalan musim ini.

"Itu adalah reaksi alami dari semua pemain di tim kami, setelah mengetahui kenyataan bahwa perjalanan kami berakhir hari ini," kata Tyronn Lue, dalam sesi wawancara usai pertandingan. "Kami selalu berpikir bahwa kami punya kesempatan untuk mencatat sejarah. Kami akan mendapatkannya musim depan."

Pada seri Final Wilayah Barat, Clippers harus berhadapan dengan Phoenix Suns yang lengkap. Sebaliknya, mereka tanpa diperkuat Kahwi Leonard. Seperti yang dikatakan Paul George, seandainya semua pemain dalam roster sehat, maka hasilnya bisa berbeda.

"Kawhi Leonard adalah salah satu pemain terbaik di NBA. Dia tidak bisa bermain dan kami tidak cukup baik tanpa dia," kata George, setelah pertandingan gim keenam. "Apa yang harus saya katakan kepada mereka yang menganggap saya sebagai pemain yang dinilai berlebihan? (overrated). Itu adalah kritik yang tidak pernah saya mengerti. Saya masih orang yang sama, saya memiliki kesulitan, sama seperti orang lain. Saya bangga dengan apa yang telah dilakukan tim. Saya belum cukup baik. Tapi saya masih punya kesempatan untuk meningkatkan performa saya."

Paul Goerge jelas menyimpan kekecewaan yang mendalam. Karena mereka punya peluang menjuarai liga musim ini. Clippers berada di peringkat keempat di klasemen akhir Wilayah Barat dengan rekor 47-25. Tapi badai cedera di Playoff NBA 2021 membuat peluang menjadi juara hilang. Sebelum sampai ke final konferensi pun, Clippers sempat terseok-seok di playoff. 

"Tidak ada alasan. Tidak ada rasa kecewa. Tetapi pada saat tim kami bisa tampil dengan pemain yang lengkap, biasanya kami bisa menang. Itu harus diakui. Kami mengalami nasib buruk ini." (tor)

Foto: ABC7

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern