Permintaan Dennis Schroder Terlalu Tinggi

| Penulis : 

Dennis Schroder sudah menolak tawaran perpanjang kontrak dari Los Angeles Lakers. Menurutnya, tawaran itu terlalu kecil. Namun ada yang menyebut Dennis Schroder terlalu jumawa. Permintaannya terlalu tinggi dibandingkan dengan kualitasnya.

Orang yang berani berkata demikian adalah Marc Stein, seorang penulis NBA sejak 1994. Stein mengatakan bahwa Schroder tidak bisa meminta bayaran sebesar itu. Sebab, kualitasnya masih dibawah rata-rata pemain utama. Kemampuan Schroder hanya setara dengan pemain keenam seperti Lou Williams.

"Hal termudah bagi Lakers untuk tetak kompetitif adalah menyodorkan kontrak baru untuk Dennis Schroder. Tapi dia menginginkan kontrak besar," kata Marc Stein, dalam Podcast Chad Ford. "Dia pikir, dia pemain bernilai AS$100 juta. Dia sudah menolak perpanjangan AS$80 juta yang pantas untuknya. Saya tidak melihatnya sebagai starter. Schroder itu lebih bagus jadi orang keenam."

Pemain asal Jerman tersebut bergabung dengan Lakers di awal musim 2020-2021. Dia tampil 61 pertandingan sebagai startet Lakers di musim reguler dengan catatan rata-rata 15,4 poin, 3,5 rebound, dan 5,8 asis per fim. Akurasi tembakannya mencapai 43,7 persen dengan tripoin 33,5 persen.

Pada musim 2019-2020, Schroder bermain di Oklahoma City Thunder. Dari 65 penampilan, hanya dua kali menjadi starter, dia bisa lebih baik dengan 18,9 poin per pertandingan. Oleh karenanya, Marc Stein menyebut bahwa Schroder belum pantas menerima kontrak ratusan juta, bila belum mampu bermain bagus sebagai starter.

Baca juga: Tanda-tanda Dennis Schroder Bakal Tinggalkan Lakers

Lakers jelas tidak mau memberikan kontrak sebesar itu untuk Schroder. Jadi kemungkinan besar, Schroder akan terjun ke bursa transfer pemain "free agent" pada 2 Agustus 2021 nanti. (tor)

Foto: NBC Los Angeles

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern