Kabar pergantian nama kandang Los Angeles Lakers dan Clippers, Staples Center menjadi Crypto.com Arena benar-benar mengejutkan. Tak banyak pihak mengendus kesepakatan ini sebelum Rabu, 17 November 2021, waktu setempat, The Athletic mengumumkannya.

Pengumuman dari The Athletic sendiri pun masih terkesan tanpa detail lebih dalam. Sampai akhirnya Axios memberikan rincian yang lebih lagi mengenai kemungkinan nilai dari kesepakatan ini.

Meski tak jua mendapatkan keterangan resmi, Axios percaya bahwa Cyrpto.com, perusahaan berbasis di Singapura ini diyakini membayar sebesar AS$700 juta. Jumlah tersebut akan membuat mereka memegang hak nama selama 20 tahun ke depan. Crypto.com tak membayar ke Lakers atau Clippers, mereka membayar jumlah tersebut ke Anschutz Entertainment Group (AEG). 

AEG adalah perusahaan yang memiliki gedung Staples Center. Staples yang merupakan perusahaan bisnis retail Amerika Serikat membeli hak penamaan arena pada 1999 dengan harga AS$120 juta untuk 20 tahun. Di tengah perjalanannya, Staples memutuskan untuk melakukan negosiasi ulang dan membayar untuk penamaan permanen bangunan ini.

Per 2019, AEG punya pemikiran lain. Mereka pun membeli kembali hak penamaan dari Staples dan lantas ingin melakukan peremajaan citra. Hasilnya, Crypto.com datang dengan nafas dan dana segar. Penamaan Crypto.com Arena pun seolah membawa semangat modernisasi untuk Staples Center.

Menariknya, Crypto.com bukanlah perusahaan kriptovaluta pertama yang menemukan kata sepakat dengan tim NBA. Per musim ini pula, American Airlines Arena, kandang Miami Heat, berubah menjadi FTX Arena. FTX adalah salah satu pesaing Crypto.com di dunia kriptovaluta. FTX membayar AS$135 juta untuk hak penamaan selama 19 tahun.

Harga taksiran AS$709 juta yang dibayarkan oleh Crypto.com berdasarkan kepada kesepakatan tim olahraga profesional Los Angeles lainnya. Stadion tempat tim NFL, Los Angeles Rams dan Charges bermain, dibeli hak penamaannya oleh SoFi seharga AS$600 juta. Kandang baru Clippers yang sedang dalam proses pembangunan juga sudah dibeli hak penamaannya oleh Intuit. Mereka sepakat dengan nilai AS$500 juta selama 23 tahun.

Mengingat sentralnya Lakers di Los Angeles dan sejarah panjang Staples Center, rasanya AS$700 juta adalah investasi yang masuk akal untuk Crypto.com. Di sisi lain, dengan terjunnya Crypto.com dan FTX di sini, besar kemungkinan arena-arena NBA lainnya akan menjadi sasaran perusahaan semacam ini dalam waktu dekat. (DRMK)

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern