Situasi Kyrie Irving untuk bermain di gim kandang Brooklyn Nets ternyata belum sepenuhnya menuju titik terang. Sempat dikabarkan adanya kemungkinan perubahan kebijakan pemerintah New York mengenai kewajiban vaksin, Eric Adams, Sang Wali Kota, mengeluarkan pernyataan baru.

Dalam wawancara dengan CNBC, Eric menjelaskan bahwa situasi Kyrie lebih sulit dari yang dibayangkan oleh publik. Di satu sisi, sebagai kepala dari sebuah kota, ia ingin melihat kotanya berprestasi. Namun, di sisi lainnya, ia tentu tak bisa mengubah kebijakan hanya untuk satu orang.

"Saya sungguh ingin melihat kota ini mendapatkan cincin juara, saya ingin Kyrie ada di lapangan," buka Eric. "Akan tetapi, pertimbangan untuk hal itu terlalu besar, sangat besar. Saya sudah berbincang dengan pemilik Nets untuk mencoba mencari jalan terbaik bagi Kyrie."

"Pasalnya, jika saya memberikan pengecualian untuk Kyrie, maka akan terjadi kekacauan. Di luar sana, para pekerja diwajibkan untuk melakukan vaksinasi, dan jika menolak, mereka tidak bisa bekerja. Para pemilik usaha diwajibkan melakukan vaksinasi, pekerja juga, pegawai pemerintahan pun juga. Jika ada pengecualian, maka ini bisa jadi pesan yang salah kepada publik," imbuhnya.

Eric pun sadar bahwa pemain tandang yang tidak melakukan vaksinasi boleh bermain di New York. Namun, Eric yang baru dilantik sebagai Wali Kota pada 1 Januari 2022 belum bisa mengubah aturan yang dibuat sebelumnya.

"Itu adalah aturan konyol, saya sendiri cukup bingung bagaimana mereka berpikir demikian. Tetapi, ini adalah aturan yang ada dan saya harus mengikuti aturan ini. Percayalah, saya sungguh ingin Kyrie bermain. Namun, perlu diingat pula, kota ini bisa kembali dibuka karena aturan kewajiban vaksin itu. Saya tak mau kota kita kembali ditutup, saya akan mengikuti aturan", pungkasnya.

Ya, aturan kewajiban vaksin tak sepenuhnya ada di tangan wali kota. Aturan ini turunan dari aturan negara bagian New York sendiri. Dalam prosesnya, kota bisa mengajukan dan melakukan perubahan jika memang dirasa sudah memungkinkan.

Dalam hal ini, per 7 Maret nanti, kewajiban vaksin akan diangkat dari sektor bisnis swasta. Sebelumnya, kewajiban ini juga sudah diangkat dari sektor pekerjaan kesehatan. Setelahnya, pemerintah kota New York dikabarkan akan mencabut kewajiban tersebut plus kewajiban memakai masker untuk kegiatan sekolah dan aktivitas dalam ruangan.

Aktivitas dalam ruangan yang dimaksud adalah tempat hiburan, tempat makan, pusat kebugaran, dan termasuk stadion tim olahraga profesional. Namun, sejauh ini dua sektor yang terakhir disebut masih dalam tahap diskusi serius di pemerintah kota.

NBA sendiri tak memiliki kewajiban vaksinasi. NBA sepenuhnya menyerahkan hal ini kepada pemerintah kota dan negara bagian masing-masing tim. Namun, beberapa waktu lalu, Komisaris NBA, Adam Silver, juga menyatakan keberatannya atas aturan vaksinasi New York yang tak konsisten.

Situasi Kyrie bisa sangat mempengaruhi kekuatan Nets dan persaingan di Wilayah Timur secara keseluruhan. Dengan pulihnya Kevin Durant yang mungkin lanjut disusul oleh Ben Simmons, tambahan Kyrie akan menambah amunisi Nets. 

Belum lagi peluang kembalinya Joe Harris menjelang akhir musim reguler atau playoff nanti. Nets bisa jadi salah satu lawan yang paling dihindari untuk ronde-ronde awal playoff. Nets sendiri sekarang ada di peringkat delapan klasemen sementara Wilayah Timur. (DRMK)

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern