Teknologi Selamatkan Bimasakti (Seri 2 IBL 2016)

| Penulis : 

NSH Jakarta nyaris memaksa laga dengan Bimasakti Nikko Steel Malang ke masa over time. Tembakan Ryan Febriyan setelah melakukan offensive rebound terlihat seolah lebih dulu daripada berakhirnya waktu laga. Wasit juga memberikan tanda masuk atas tembakan Ryan.

Namun setelah melakukan analisa melalui tayangan ulang cepat, wasit Sedyo Mukti Wibowo memutuskan bahwa tembakan Ryan terlambat. Bimasakti menang 54-52.

Baik Bimasakti maupun NSH tampil percaya diri. Keduanya masing-masing memetik kemenangan di hari pertama Seri 2 IBL 2016.

Akurasi yang buruk menjadi halangan utama NSH di kuarter pertama. Tim asuhan pelatih Maykel S.D. Ferdinandus ini hanya memasukkan 18 persen dari total 17 tembakannya. Bimasakti lebih efektif dengan memasukkan 50 persen tembakan.

Unggul 16-8 di kuarter pertama, Bimasakti semakin intensif dalam menyerang. Permainan tenang membuat akurasi terjaga dengan baik. Tujuh pemain Bimasakti yang bermain hingga kuarter kedua mencetak angka. Bimasakti menjauh dengan kedudukan 31-17.

Walau akurasi masih rendah, NSH sangat baik dalam meraih offensive rebound. Enam poin direbut di kuarter ketiga lewat kesempatan kedua dalam satu penguasaan bola (ball possession). NSH memperkecil ketertingalan menjadi hanya lima poin (35-40) di akhir kuarter ketiga.

Dua tembakan tiga angka Barra Sugianto di pertengahan kuarter empat membuat Bimasakti bisa kembali bernafas menghadapi tekanan NSH.

Dengan total 14 poin, Barra juga menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Bimasakti.

"Ketika tadi bola masuk, satu wasit memang sudah menyatakan masuk," jelas Wahyu Buana, Direktur Operasional IBL. "Tetapi kami dan tim-tim IBL sudah sepakat bahwa ketika terjadi buzzer beater di kuarter terakhir, tembakannya harus di-review lewat IRS (Instant Replay System)."

"Bila ternyata keputusan wasit berbeda dengan IRS, maka yang dipakai adalah pengamatan IRS. Dan lewat teknologi itu kita tadi bisa melihat bahwa Ryan menembak setelah buzzer berbunyi," tambah Wahyu yang juga menjelaskan bahwa teknologi IRS dipakai pada dua menit terakhir di kuarter empat. (*)

Foto: Dokumentasi IBL.

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern