Talenta-talenta muda Asia semakin menjamah Amerika Serikat. Setelah deretan pemain Asia Timur mencoba peruntungan di NCAA atau bahkan NBA G League, kini area Asia Barat (Timur Tengah) juga turut mengirimkan talenta terbaru mereka. 

Adalah Youssef Khayat, pemain muda Lebanon, yang memastikan dirinya akan melanjutkan karier di NCAA. Melalui pengumuman resmi di akun media sosialnya, Khayat akan bergabung ke University of Michigan. 

Pemain kelahiran 11 Maret 2003 ini sebenarnya sudah menghabiskan empat musim terakhir bermain di Prancis. Ia membela tim junior klub profesional Prancis bernama Limoges CSP Elite. Bergabung sejak usia 15 tahun, Khayat bermain untuk kelompok umur 18 dan terakhir 21 tahun. 

Bersama Limoges U-21, ia tampil 32 kali di musim 2021—2022 dan mencetak rataan 16,8 poin, 7,6 rebound, plus 1,8 asis per gim. Berperan sebagai forwarda, Khayat juga cukup lumayan dari tripoin dengan rataan 35 persen dari 5 percobaan per gim. 

"Di antara semua kampus, saya memilih Michigan karena programnya yang baik dalam mengembangkan pemain sayap (forwarda) seperti saya," terang Khayat dilansir On3.com.

"Michigan juga dilatih oleh Juwan Howard, salah satu pelatih terbaik yang saya juga kagumi. Seluruh staf pelatih juga sudah membuat saya merasa seperti di rumah. Michigan sendiri adalah salah satu kota dengan komunitas Lebanon terbesar di Amerika Serikat, ini juga jadi pertimbangan besar untuk saya," pungkasnya. 

Sebelum memilih Michigan, Khayat sempat mengumumkan bahwa ia punya empat opsi kampus untuknya. Selain Michigan, tiga kampus lainnya adalah Wake Forest, DePaul, dan Xavier. Semuanya ia umumkan di media sosial pribadinya. 

Tak hanya sudah malang-melintang di basket profesional Prancis, Khayat juga sudah melakoni debutnya di tim nasional senior. Menariknya, debut Khayat tersaji dalam laga melawan Indonesia dengan tajuk FIBA World Cup 2023 Asian Qualifier. 

Kala itu, bermain di Lebanon, Khayat tampil 14 menit dan mencetak 12 poin dan 3 rebound di kemenangan 96-38 atas Indonesia. Tiga hari berselang, kembali melawan Indonesia, Khayat hanya tampil 10 menit dan mencetak 3 poin dari 1/3 tembakan. 

Dalam kutipan wawancaranya bersama FIBA pada November 2021, Khayat menyebut betapa besarnya perubahan yang terjadi kepada permainannya begitu ia pindah ke Prancis. 

"Di sini, semua sistem sangat berbeda dengan Lebanon. Keseluruhan gim bahkan bisa dibilang sangat berbeda. Mungkin ada beberapa kemiripan, namun secara keseluruhan sangat berbeda," terangnya. 

"Agresivitas permainan jauh berbeda. Di sini, mereka juga membagi bola (mengumpan) lebih banyak. Semuanya adalah pengalaman baru bagi saya. Cerita menarik, saya datang ke Prancis dengan berat badan 74 kilogram. Setahun di sana, saya naik 11 kilogram!. Banyak teman dan keluarga saya di Lebanon kaget tapi senang melihat perkembangan saya," tutupnya. 

Khayat adalah kepingan terakhir Michigan untuk menyambut musim baru NCAA. Bergabungnya Khayat membuat slot 13 pemain beasiswa penuh Michigan telah terpenuhi. (DRMK)

Foto: FIBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern