Dennis Schroder kabarnya tengah bergabung dengan tim nasional Jerman untuk berlaga di FIBA EuroBasket yang dimulai 1 September 2022. Pemain 28 tahun tersebut sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki dan mendapatkan perawatan di Jerman. Sayangnya, sampai sekarang belum ada tim NBA yang berminat merekrutnya. Bahkan prediksi Marc Stein juga mentah setelah Los Angeles Lakers memilih Patrick Beverley. 

Reporter NBA Marc Stein pekan ini mengatakan kalau pemain yang paling cocok bergabung dengan Lakers adalah Dennis Schroder. Alasan yang dikemukakan Stein masuk akal. Schroder pernah bermain di Lakers pada musim 2020-2021. Kontribusi yang diberikan sebanyak 15,0 poin dan 6 asis per gim. Tapi setelah keputusan yang buruk soal kontraknya, Schroder sekarang menurunkan gajinya hingga AS$2,47 juta per tahun. 

Sekadar mengingatkan kalau Schroder telah mengambil langkah yang kurang cermat untuk masa depannya. Setelah musim yang sukses bersama Lakers, Schroder ditawari perpanjangan kontrak senilai AS$84 juta selama empat tahun. Tapi tawaran dari manajemen Lakers tersebut ditolak. Karena Schroder merasa bahwa banyak tim di luar Lakers yang berani memberikan gaji lebih tinggi. Schroder awalnya berharap dengan penolakan tersebut, manajemen Lakers menaikkan tawarannya. 

Sebaliknya malah keputusan menolak perpanjangan kontrak Lakers malah jadi bumerang bagi Schroder. Tidak ada yang tertarik merekrut Schroder yang berstatus "free agent" sampai dia menurunkan gajinya. Schroder hanya bisa mendapatkan satu tahun kontrak dengan Boston Celtics senilai AS$6 juta. Sebelum selesai masa kontraknya, Schroder dilepas ke Houston Rockets, hingga musim berakhir. 

Menurut Stein, Lakers berusaha untuk mengurangi beban gaji. Salah satu yang paling berat adalah Russell Westbrook dengan gaji senilai AS$47 juta per tahun. Namun dengan gaji sebesar itu, dia belum bisa membawa perubahan di Lakers musim lalu. Kalau Westbrook dilepas, maka Lakers punya ruang gaji yang cukup banyak untuk mengambil beberapa pemain. Termasuk memperkuat lini pertahanan dengan menambahkan garda utama. Stein berani mengatakan kalau Schroder pilihan yang tepat bagi Lakers. 

Namun yang terjadi, justru di luar prediksi Marc Stein. Lakers malah merekrut Patrick Beverley dari Utah Jazz, melalui skema pertukaran pemain. Lakers mendapatkan Beverley, dan melepaskan Talen Horton-Tucker serta Stenley Johnson. Karena Beverley bermain sebagai garda utama, maka kecil kemungkinan bagi Schroder untuk masuk tim ini lagi, seperti yang diutarakan oleh Stein. Karena posisi bermain keduanya sama. 

Baca juga: Lakers Ambil Patrick Beverley dari Jazz

Kabar dari Lakers ini membuat pelatih timnas Jerman, Gordon Herbert khawatir. Dikutip dari situs berita Bild, dia khawatir kalau mental Schroder tidak stabil karena belum mendapatkan kepastian tentang masa depannya di NBA. Tapi dia berusaha meyakinkan diri bahwa pemain andalan Jerman ini bisa sejenak melupakan masalah NBA. 

"Fakta bahwa Dennis datang ke Swedia, maka itu membuktikan bahwa dia peduli dengan timnas Jerman, dan tidak terpengaruh kabar dari Amerika Serikat. Kami sedang dalam konsentrasi penuh. Tujuan utama kami adalah lolos ke Piala Dunia Basket secepatnya. Tujuan ini yang membuat kami harus lebih fokus dalam permainan," katanya. 

Mungkin apa yang dikatakan Gordon Herbert ada benarnya. Schroder sebaiknya fokus di timnas Jerman dulu sebelum berpikir tentang masa depannya di NBA. Setidaknya kalau Schroder bermain bagus di dua turnamen internasional (Kualifikasi Piala Dunia Basket dan EuroBasket), maka bisa jadi ada tawaran dari klub NBA. (*)

Foto: Eurohoops.net

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern