Kamikaze merupakan sebutan untuk taktik bertempur yang dilakukan oleh tentara Jepang dengan cara menabrakan pesawat, dan otomatis mengorbankan dirinya sendiri. Bangsa-bangsa lain disebut-sebut sangat takut dengan pasukan ini. Dalam bola basket sendiri, ada beberapa pemain yang punya gaya bermain seperti itu. Salah satunya Alex Caruso, yang kini bermain di Chicago Bulls. Karena khawatir dengan kondisi pemainnya, Bulls akhirnya menyiapkan strategi khusus. Hingga siap melepasnya kalau dianggap terlalu merugikan. 

Situasi rumit dihadapi oleh Bulls ketika mereka mendapatkan Alex Caruso. Secara kontribusi, dia mampu memberikan dampak nyata di tim. Tapi secara permainan, dan efek dari gaya 'kamikaze' ini, sangat merugikan Bulls. Caruso selalu memaksimalkan setiap penguasaan bola, dan tidak pernah mundur. Tapi dia siap mengorbankan tubuhnya sendiri. 

Foto: CBS Sports

Pada akhirnya Caruso harus bolak-balik ke rumah sakit selama musim pertamanya dengan Bulls. Mulai dari masalah pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan cedera hamstring. Kemudian dia harus istirahat lama setelah Grayson Allen menjatuhkannya, sehingga mengalami patah pergelangan tangan kanan. Setelah sembuh, Caruso kembali tampil bersama Bulls di Playoff. Tapi diia menderita gegar otak di Gim 4 melawan Milwaukee Bucks, sehingga harus parkir sampai musim berakhir. 

Meski dikritik karena permainannya, Caruso membantah kalau itu berbahaya. Dia malah menyebut kalau tubuhnya yang terlalu lemah. Sehingga di jeda musim, Caruso menjalankan program latihan untuk menambah otot dan berat badannya. Sehingga tidak mudah dijatuhkan oleh lawan. 

"Inilah sebabnya, di musim panas saya bekerja untuk menjadi lebih kuat secara fisik , menambah beberapa kilogram otot, dan memperkuat punggung saya," kata Caruso, dikutip dari Sky Sport. 

Tim Bulls juga menyiapkan strategi khusus. Mereka memang mempertahankan Caruso, tapi menyiapkan Dalen Terry sebagai tandemnya. Terry diambil dari Draft NBA. Dia punya gaya bermain mastiff difensif, sehingga diharapkan bisa menghemat energi Caruso saat dimainkan bersama. Bulls khawatir karena gaya permainan Caruso membawa risiko cedera yang terlalu tinggi. Ini sangat membahayakan tim dan pemain itu sendiri. Caruso sudah melewatkan 41 dari total 82 pertandingan Bulls musim ini. 22 pertandingan diantaranya saat dia mengalami cedera pergelangan tangan. 

Bulls pada dasarnya senang dengan pemain seperti Caruso. Tapi mereka tidak mau bermasalah dengan ketersediaan pemain karena cedera. Itu akan merugikan mereka. Sementara itu, Caruso juga senang ketika Dalen Terry datang. Mereka akan memperkuat lini kedua Bulls. 

"Kalau ada pemain absen, maka kami tidak bisa menunjukkan potensi penuh. Absen sangat membahayakan keseimbangan tim. Saya yakin keputusan tim yang terbaik. Kami siap melakukan sesuatu yang istimewa di liga nanti," ungkap Caruso. (*)

Foto: Fadeawayworld

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern