De’Aron Fox resmi bergabung dengan Klutch Sports pada Senin (28/11) waktu setempat. Hal ini menimbulkan spekulasi Fox akan meninggalkan Sacramento Kings. Apalagi Klutch merupakan agensi yang memiliki reputasi terhadap pertukaran besar pemain. Seperti Anthony Davis ke Los Angeles Lakers dan Ben Simmons ke Brooklyn Nets.

Klutch merupakan agensi miliki Rich Paul yang berdiri sejak 2012. Selain Simmons dan Davis, agensi tersebut memiliki klien pemain papan atas NBA lain seperti LeBron James, Zach LaVine, Dejounte Murray, John Wall, hingga Trae Young.

Sebelumnya Fox berada di bawah manajemen Chris Gaston ad Family First Sports. Ia merupakan pilihan kelima NBA Draft 2017 dari University of Kentucky. Pada musim keenamnya bersama Kings, ia memiliki rata-rata 25,5 poin, 5,1 rebound, dan 6,0 asis dengan 37,5 persen tripoin.

Fox memasuki tahun kedua dari kontrak lima tahun dengan Kings senilai AS$163 juta yang disepakati pada 2020 lalu. Musim ini Fox memiliki gaji AS$30 juta dan akan bertambah menjadi AS$32,6 juta pada musim depan. Jumlah itu akan terus meningkat hingga musim 2025-26 menjadi AS$37,1 juta.

Dalam wawancara dengan Bleacher Reports, Fox mengklarifikasi soal pergantian agen di tengah-tengah musim. Pemain berusia 24 tahun itu menyatakan bahwa ia sangat senang berada di Sacramento.

“Langkah ini tidak ada hubungannya dengan keinginan untuk ditukar atau pindah. Ini lebih berkaitan soal diri saya sendiri dan bisnis di bola basket. Saya merasa mereka (Klutch) bisa membantu saya untuk naik level,” jelas Fox.

“Bukannya tidak menghormati yang lain. Tetapi Klutch adalah salah satu yang terbaik dari segi bola basket atau peluang bisnis di luar lapangan. Saya memahami pentingnya hal tersebut,” lanjutnya.

Performa Fox memang bagus. Tetapi ia tidak bisa berbuat banyak untuk mendorong capaian Kings di liga. Tim tersebut belum pernah lolos ke playoff sejak musim 2005-2006. Hal ini membuat popularitas Fox tidak terlalu disorot. Fox mengatakan bahwa itulah ia berganti agen. Bukan untuk berpindah klub. Melainkan memaksimalkan potensinya meski berada di pasar yang kecil.

“Itulah alasan saya berganti agensi. Bahkan jika berada di pasar yang kecil, saya mereka mereka memiliki jangkauan untuk membantu saya mengembangkan diri. Dan juga bisa memenangkan pertandingan dan tampil di televisi sebanyak mungkin,” imbuh Fox. (rag)

Foto: Sports Illustrated

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern