Komentar Pemain Kanada Setelah Kalah dari Serbia

| Penulis : 

Pertandingan sengit mewarnai semifinal Piala Dunia FIBA 2023, di Manila, Filipina. Serbia keluar sebagai pemenang dan melaju ke final, setelah mengalahkan Kanada dengan skor 95-86, di Mall of Asia Arena, Jumat (8/9) malam. Kanada yang berniat mendapatkan gelar perdananya, harus pupus di tangan Bogdan Bogdanovic dan rekan-rekan. 

Kekalahan ini cukup menyakitkan bagi Kanada. Mengingat program pemusatan latihan Kanada sudah maksimal. Mereka meminta semua pemain NBA, perguruan tinggi, dan pemain profesional di luar negeri untuk berkomitmen selama tiga tahun untuk program tim nasional. Hasilnya terlihat dengan prestasi mereka yang bisa masuk empat besar di Piala Dunia FIBA, jauh dari apa yang mereka dapatkan sebelumnya. Namun kekalahan ini jelas membuat pemain kecewa. 

Shai Gilgeous-Alexander tidak mencetak poin pada kuarter pertama karena sudah melakukan dua pelanggaran. Dillon Brooks keluar saat pertandingan tersisa tujuh menit pada kuarter ketiga karena empat pelanggaran. Tim Kanada juga melihat diri mereka hancur di rebound. Sementara tim Serbia menembakkan 62 persen, dan membuat 9 dari 20 tripoin. 

"Kredit untuk Serbia. Mereka menampilkan permainan yang hebat," kata Barrett. "Mereka bermain keras, bermain fisik, mereka sangat terlatih dan disiplin. Kita harus memberi mereka penghargaan atas hal itu."

RJ Barrett mencetak 23 poin untuk Kanada, yang berusaha mencapai final Piala Dunia FIBA untuk pertama kalinya. Padahal Kanada ingin meraih medali internasional paling signifikan sejak memenangkan perak di Olimpiade Berlin 1936. Tetapi mereka dikalahkan oleh Serbia. 

"Sejujurnya, ini adalah permainan yang menyenangkan untuk diikuti, meskipun kami kalah, kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa," imbuh RJ. Barrett. "Kami punya satu pertandingan lagi dan kami harus menang karena kami ingin pulang dari sini dengan membawa medali."

Tim Kanada dikalahkan luar dan dalam, bahkan melampaui apa yang tertera di papan skor. Pemain Serbia melakukan pick-and-roll untuk menghasilkan layup yang mudah, dan membuka ruang untuk melakukan tembakan tripoin. "Kami sangat buruk dalam bertahan," kata pelatih Kanada Jordi Fernandez. 

"Ketika tim lawan bisa melakukan tembakan 62 persen dari lapangan dan 45 persen dari tripoin, jelas ada sesuatu yang tidak dilakukan dengan baik, dan kami tidak mempersiapkan diri dengan cukup baik untuk pertandingan tersebut. Dan, itulah yang terjadi dengan kami. Jadi pertandingan selanjutnya adalah perebutan medali (perunggu). Saya tahu ini emosional bagi semua orang, tapi saya tahu orang-orang ini akan melakukan apa pun untuk mendapatkan medali itu."

Kanada akan berhadapan dengan Amerika Serikat dalam perebutan medali perunggu. Karena Amerika Serikat kalah dari Jerman dengan skor 111-113 di babak semifinal. Perebutan medali perunggu akan diselenggarakan pada hari Minggu, 10 September 2023. (*)

Foto: fiba.basketball

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern