Nama ini sejatinya telah menggema di dunia desain internasional 2017 lalu. adidas Futurecraft adalah inovasi termutakhir adidas setelah teknologi “boost”.

Teknologi sol “futurecraft” sendiri dibuat dari cahaya dan oksigen. Terdengar aneh? Tentu saja. Namun, adidas membuatnya jadi nyata.

Penelitian intensif telah dilakukan adidas sejak pertengahan 2015. Sementara visi utama di balik ulah adidas ini telah terpatri sejak 17 tahun lalu. Visi itu adalah menemukan sesuatu yang mengubah permainan sneakers selamanya. Hasil pertama mereka adalah sepatu empat dimensi yang mampu mendobrak tren sepatu bersol karet pada umumnya.

adidas tak bergerak sendirian. Mereka bekerja sama dengan perusahan bernama Carbon. Perusahaan teknologi berbasis di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Mereka memfokuskan diri pada pengembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan keilmuan molekular. Mereka bekerja sama untuk pembuatan inovasi terbaru berupa sol yang terbuat dari poliuteran yang diukir menggunakan sinar ultra violet dan oksigen.

Dalam prosesnya, sinar ultra violet akan ditembakkan ke dalam tabung kaca berisi poliuteran cair. Sinar tersebut membentuk motif sol. Hasilnya, poliuteran tersebut akan jadi bantalan empuk dan lebih ringan dari bantalan sol pada umumnya, bahkan lebih ringan dari sol “boost” sekalipun.

Proses ini memakan waktu belasan menit saja. Menghemat waktu hingga 10 kali dari pembuatan sol dengan cara konvensional.

Berdasar pada proses tersebut, ada beberapa keuntungan yang didapatkan. Dengan proses yang lebih cepat, maka produksi akan semakin cepat dilakukan demi memenuhi kebutuhan pasar. Motif sol bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga semakin tepat memenuhi permintaan konsumen. Sol yang dihasilkan pun sangat ringan dan nyaman.

Untuk memberikan kenyamanan maksimal, resin polimer yang sudah dibentuk ini kemudian disisipkan optik berpori oksigen yang membuat bantalan tersebut mempunyai pori-pori udara. Proses ini membuat adidas Futurecraft 4D menjadi sneakers dengan performa, kelenturan, serta daya tahan mumpuni. Semua proses yang telah dijabarkan oleh adidas tersebut diberi nama “Digital Light Synthesis”.

Inovasi tersebut telah disampaikan adidas dalam jumpa pers yang diadakan pada April 2017. Bersamaan dengan itu, adidas membuat 300 pasang adidas Futurecraft 4D hanya untuk kalangan sangat terbatas. Sedangkan untuk umum, adidas hanya membuat 5000 pasang yang dijual pada Desember 2017. Di 2018, adidas berencana merilis hingga 100.000 buah.

Setelah melakukan perilisan tersebut, banyak media yang memberikan tanggapan positif. Para calon pelanggan juga mengaku puas. Atas desainnya yang unik, maka adidas Futurecraft 4D meraih penghargaan “Fast Company’s 2017” dari Design Awards. Penghargaan ini ditujukan pada penemuan dan inovasi yang dilakukan perusahaan selama setahun.

Sumber Foto: Adidas

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern