Anthony Davis: Frustasi Membuat Kami Jadi Pengecut

| Penulis : 

Para pemain Los Angeles Lakers tidak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah kalah 120-130 atas Sacramento Kings. Bahkan menurut Anthony Davis, kekalahan tersebut sudah bisa dirasakan sejak kuarter kedua. Lakers frustasi yang membuat permainan jadi kacau. 

Kings mengungguli Lakers dengan selisih 24 poin pada kuarter kedua. Lakers, yang memanfaatkan energi awal untuk membangun keunggulan 19 poin pada kuarter pertama. Mereka memimpin dengan 18 poin ketika Davis melakukan pelanggaran keduanya di akhir kuarter pertama dan keluar dari permainan. Lantas Kings mencetak 53 dari 73 poin berikutnya untuk mengejutkan Lakers.

Di penghujung kuarter keempat, LeBron James meringis dan kembali ke ruang ganti setelah waktu istirahat Lakers, bintang tim berusia 39 tahun itu terus mengalami nyeri pergelangan kaki meskipun menjalani perawatan selama jeda All-Star yang membuatnya kehilangan sepasang pertandingan Lakers.

"Pergelangan kaki saya kembali bermasalah. Itu yang saya hadapi sebelum jeda, setelah jeda. Saya hanya berusaha sebaik mungkin," kata James. "Saya bermain penuh pada kuarter ketiga, duduk sebentar untuk memulai ronde keempat, dan ketika saya kembali bermain, semuanya, terserah."

LeBron James mencetak 31 poin pada laga melawan Kings. Keempat kalinya dia mencetak setidaknya 30 poin sejak jeda. Tapi ketakutan akan cedera membantu melindungi Lakers dari kenyataan pahit tentang keterpurukan mereka di kuarter kedua.

"Menyebalkan," ungkap Davis, ketika mengingat kuarter kedua. "Beberapa hal yang kami lakukan saat bertahan memungkinkan mereka untuk melakukannya, memungkinkan De'Aaron Fox, Malik Monk untuk mendapatkan apa pun yang mereka inginkan. Hidup dalam paint area."

Fox mencetak 44 poin, Monk menyumbang 26 poin, dan Sabonis menyumbang 16 poin, 20 rebound dan 12 asis. Ketidakmampuan Lakers untuk menghentikan Kings, karena mereka berada dalam ketakutan yang tidak dapat dihindari.

"Frustrasi membuat kami semua menjadi pengecut, sama seperti kelelahan. Daripada hanya mencari tahu bagaimana Anda bisa bermain, berhentilah. Dan, seringkali, hanya bersaing lebih keras. Hal itu sudah kami tunjukkan ketika kami bermain seperti itu," tegas Davis. 

Kekalahan yang buruk membuat ruang ganti menjadi frustrasi, dan mengingat apa yang terjadi pada laga melawan Kings, tidak mengherankan jika orang-orang kecewa. (*)

Foto: Yahoo!Sports

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern