Jerman Gagal Raih Medali, Pelatih Gordon Herbert Pamit Undur Diri

| Penulis : 

Bukan akhir yang baik untuk Jerman. Memegang status sebagai juara dunia, Jerman pulang dengan tangan hampa. Mereka kalah dari Serbia di perebutan medali perunggu. Berakhirnya Olimpiade Paris 2024, pelatih Gordon Herbert pun pamit undur diri.

“Semua hal baik pasti akan berakhir. Ini akhir yang tidak kami inginkan. Namun, para pemain telah memberikan seluruh jiwa dan raganya selama tiga tahun. Rasanya kami seperti keluarga,” kata Herbert usai pertandingan.

“Selamat untuk Serbia. Maaf untuk Prancis. Sebab, Serbia adalah tim terbaik yang menjadi lawan kami di Olimpiade ini,” ungkap pelatih berusia 65 tahun itu.

Jerman bermain meyakinkan di fase grup. Mereka menempati puncak Grup B setelah menekuk Jepang, Brasil, dan Prancis. Jerman menyingkirkan Yunani di perempat final. Langkah Jerman terhadang Prancis di semifinal. Lalu Jerman kalah lagi di perebutan medali perunggu.

Baca juga: Tripel Dobel Nikola Jokic Antar Serbia Meraih Perunggu Olimpiade

“Pertandingan semifinal itu membuat kami sangat sedih. Saya memberitahu pemain bahwa saya frustasi. Berharap saya bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik agar kami menang,” kata Herbert.

“Pertandingan itu terngiang di kepala kami untuk beberapa saat. Tapi, kami ingat bahwa kami telah melalui tiga tahun yang hebat. Lawan kami hari ini luar biasa. Kami sudah mengerahkan semua yang kami punya,” lanjutnya.

Herbert menjadi pelatih Jerman sejak 2021. Pelatih asal Kanada dan berkebangsaan Finlandia itu mengantar Jerman menjuarai EuroBasket 2022 dan Piala Dunia FIBA 2023. Setelah tugasnya sebagai pelatih Jerman berakhir, Herbert membesut Bayern Munich di Basketball Bundesliga (BBL).

Sementara itu, Dennis Schroder juga turut emosional dengan perpisahan dengan Herbert. Terlebih dengan cara yang tidak menyenangkan sebagai posisi keempat Olimpiade Paris 2024.

“Kami sangat sedih. Pertama, kami harus berterima kasih kepada pelatih atas semua yang telah dia lakukan untuk Jerman. Dia membawa budaya, kegembiraan, dan lingkungan di ruang ganti. Dia menciptakan dan memulainya tiga tahun lalu,” ujar Schroder.

“Dalam tiga tahun, kami meraih dua medali. Tentu saja kami ingin memenangkan yang ketiga. BErkat pelatih, kami melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hasil ini memang tidak menyenangkan. Tapi harus menatap ke depan,” kata MVP Piala Dunia FIBA 2023 itu. (rag)

Foto: FIBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern