Bola basket Eropa memang beda, khususnya para penggemar. Pesawat Evan Fournier mendarat di Bandara Internasional Athena Eleftherios Venizelos mendekati tengah malam waktu setempat. Hal itu tidak menjadi masalah bagi para penggemar Olympiacos Piraeus untuk menyambut pemain baru klub kesayangannya. Fournier juga tampak menikmati sambutan tersebut. 

Dengan kedatangan pemain Prancis itu di Yunani muncul harapan besar bagi klub, yang juga mendatangkan kembali Sasha Vezenkov dengan kesepakatan multi-tahun yang menguntungkan ke dalam daftar pemain. Fournier mengatakan bahwa ia sudah selesai dengan NBA dan idealnya ingin pensiun sebagai pemain Olympiacos Piraeus. 

"Saya sudah berpikir untuk kembali ke Eropa. Jika itu untuk merasakan sesuatu yang hebat di tempat yang sedang panas, itu 100% ya," kenangnya kepada para penggemar Olympiacos. "Saya ingin merasakan lebih banyak hal seperti itu di NBA, saya hanya lolos ke babak playoff empat kali. Namun, Anda tidak bisa mengendalikan segalanya di sana. Setelah Olimpiade, saya memberi tahu agen saya bahwa saya ingin pindah. Olympiacos adalah prioritas saya."

Beberapa klub NBA telah menghubungi kubu Fournier tentang kemungkinan kesepakatan, tetapi akhirnya, ia memilih untuk kembali ke Eropa setelah lebih dari 10 tahun. 

"Saya pernah berhubungan dengan beberapa kandidat juara NBA. Salah satunya adalah Milwaukee (Bucks). Ketertarikan itu tidak membuahkan hasil. Lalu, tawaran dua tahun dari tim yang tidak menarik minat saya, di mana mereka meminta saya untuk menjadi mentor bagi para prospek. Saya tidak menginginkan itu lagi," ungkap Fournier dalam sebuah wawancara dengan Yann Ohnona dari L'Equipe.

Gaya bermain Olympiacos menarik perhatian Fournier, ungkapnya. Dengan daftar pemain bertabur bintang, yang juga menampilkan pemain bertahan bintang Keenan Evans, yang saat ini sedang menjalani rehabilitasi dan diperkirakan akan absen selama berbulan-bulan, harapannya pun tinggi.

Bagian dari menjadi pemain Olympiacos Piraeus adalah rivalitas yang bisa dibilang paling menegangkan dalam bola basket, yaitu derby Yunani melawan Panathinaikos Athens. Fournier tidak sabar menantikannya.

"Pada tanggal 26 Oktober, ya! Ini akan sulit. Saya tidak ingin mengalami apa yang telah saya alami selama dua tahun di NBA. Saya sangat bosan. Saya ingin kompetisi yang sesungguhnya, tempat di mana saya bisa menjadi diri sendiri," katanya. 

Fournier tidak lagi mengincar NBA. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah bertahan di Olympiacos selama beberapa tahun. 

"Saya membalik halaman tanpa penyesalan. Saya merasa tenang dengan keputusan ini dan gembira dengan halaman baru yang terbuka. Saya tidak akan kembali begitu saja. Saya tidak memiliki klausul NBA dalam kontrak saya dengan Olympiacos. Saya ingin menetap, idealnya menyelesaikan karier saya di sana, dan tidak pindah setiap tahun," katanya.

"NBA berlangsung selama dua belas tahun, sepuluh di antaranya merupakan musim yang hebat, saya bersenang-senang. Saya bermimpi membawa pulang gelar atau menjadi All-Star. Tetapi ada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan. Dan saya selalu memberikan segalanya," pungkasnya. (*)

Foto: Instagram Olympiacos Piraeus

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern