Karl-Anthony Towns tiba di New York. Untuk pertama kalinya, KAT berbicara di depan publik sebagai pemain New York Knicks. Dalam jumpa pers pada Kamis (4/10) waktu setempat, KAT membahas hubungannya dengan pelatih Knicks Tom Thibodeau.

Keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat. Seperti yang kita tahu, Thibs merupakan mantan pelatih Minnesota Timberwolves. Ia berada di Minnesota pada 2016-2019. Saat itu KAT memasuki musim keduanya dengan Timberwolves.

KAT menjadi No. 1 NBA Draft 2015. Ia terpilih sebagai Rookie of the Year 2016. Tepat setelah itu, Thibs masuk menggantikan Sam Mitchell. Sebelumnya, Timberwolves tidak lolos playoff 2005-2017. Baru pada musim kedua Thibs, ia berhasil meloloskan Timberwolves ke playoff.

“Saya pikir ini memberi kami sedikit keuntungan. Saya tahu gaya menyerang yang ia (Thibs) sukai. Saya tahu cara dia bermain bertahan dan apa yang ia harapkan dari para pemainnya,” kata KAT dilansir melalui ESPN.

Pada hari pertamanya sebagai pemain Knicks, KAT tampak berseri. Meski cukup kaget dengan pertukaran ini, adanya Thibs membuat KAT merasa lebih nyaman ini New York. Keakraban dengan Thibs bisa membantu KAT lebih cepat menyatu dengan Knicks.

“Hal pertama yang saya lakukan adalah menghampiri Jalen (Brunson) dan memperkenalkan diri dan berkata, ‘Hai, nama saya Karl.” Karena saya tahu bagaimana perjuangannya,” ucap KAT yang mengacu pada komentar Brunson yang berkata dia tidak mengenal KAT pada Hari Media.

Timberwolves menukar KAT ke Knicks. Pertukaran besar yang juga melibatkan Charlotte Hornets. Sebagai gantinya, Knicks mengirimkan Julius Randle dan Donte DiVincenzo. Kehadiran KAT menambah dalam roster Knicks yang sebelumnya sudah mendatangkan Mikal Bridges.

Sementara itu, Thibs mengaku gembira bisa kembali berjumpa dengan KAT sebagai anak asuhnya. Tapi situasi kali ini berbeda. KAT bukan ruki lagi. KAT saat ini sudah jauh lebih berpengalaman. Ia memasuki satu dekade di NBA.

“Ia telah memperoleh lebih banyak pengalaman. Ia kini telah mengalami babak playoff hingga final wilayah dan tahu seperti apa rasanya. Pemahamannya jauh lebih maju sekarang dibandingkan tahun keduanya di liga. Keahliannya begitu unik sehingga cocok untuk semua orang,” ungkap Thibs. (rag)

Foto: Getty Images

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern