Piala Oscar Kobe Bryant dan Skandal Kekerasan Seksual

| Penulis : 

Kobe Bryant baru saja mendapatkan penghargaan Piala Oscar (Academy Awards) 2018 di Dolby Theatre, Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Minggu malam, 4 Maret 2018 waktu setempat. Ia mendapat penghargaan itu setelah film Dear Basketball masuk nominasi film animasi pendek terbaik. Ia pun naik ke atas panggung untuk menerima kebanggaan itu.

Kendati demikian, di balik megahnya penghargaan tersebut, lebih dari 16 ribu orang menolak Bryant menerima itu. Sebuah petisi meminta Piala Oscar menurunkan nama Kobe Bryant dari daftar nominasi peraih film animasi pendek terbaik. Permintaan itu terjadi menyusul kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Bryant 15 tahun silam.

Bryant, legenda Lakers itu, pernah diduga melakukan kekerasan seksual kepada perempuan 19 tahun. Peristiwa itu terjadi di sebuah hotel di Colorado pada 2003.

Perempuan itu lalu melaporkan Bryant ke polisi. Mulanya, bekas pemain Los Angeles Lakers ini menampik perbuatan itu. Namun, bukti-bukti mengarah kepadanya. Ia pun mengakui perbuatannya, tetapi mengatakan peristiwa itu terjadi atas dasar suka sama suka. Ia kemudian melalui berbagai proses hingga akhirnya, sebelum masuk ke pengadilan, perempuan itu menolak bersaksi dan menyabut perkara.

Perempuan itu mengajukan tuntutan terpisah, menyetujui untuk menghentikan tuduhan kekerasan seksual tersebut. Ia meminta Bryant untuk meminta maaf dan kasus itu pun selesai pada Maret 2005. Ketentuan pembebasan tidak pernah disebutkan hingga kini.   

Meski perempuan itu tidak melanjutkan masalah ini ke tingkat yang lebih jauh, orang-orang justru ingin Bryant mendapat hukuman. Isu ini sempat menyeruak kembali ketika Lakers mengistirahatkan dua nomor seragam Bryant di Staples Center, menyusul adanya sebuah gerakan dengan tagar #MeToo di kalangan selebritas seperti Ashley Judd, Jennifer Lawrence, Uma Thurman, dan lainnya. Kemudian, nominasi Dear Basketball di Piala Oscar membuat isu ini semakin panas.

“Piala Oscar menghindarikan para seksual predator dari nominasi penerima penghargaan,” begitu bunyi petisi tersebut. “Woody Allen dan James Franco tidak mendapatkan apa-apa. Tapi Kobe Bryant, yang dilaporkan melakukan kekerasan seksual justru masuk nominasi.”

Kelsey Bourgeois menjadi dalang di balik petisi yang menolak nama Bryant dalam daftar nominasi itu. Menurutnya, Sang Bintang tidak berhak mendapat penghargaan itu lantaran hukum membuatnya kebal dari kasus kekerasan seksual. Ia meyakini bahwa Bryant mestinya bersalah karena sudah mengakui peristiwa itu, meski ia mengatakan hal itu terjadi dengan alasan yang konsensual.

Kini, Bryant telah menerima penghargaan atas film animasi pendeknnya. Piala Oscar tetap memberikan itu meski petisi telah mencapai lebih dari 16 ribu tanda tangan dari sasaran awal 17 ribu. Itulah yang membuat orang-orang, terutama lebih dari 16 ribu orang yang menandatangani petisi, kesal kepada pemberi penghargaan.  

Foto: Steve Granitz/Getty Images via Complex

 

Baca juga:

Kobe Bryant Raih Piala Oscar Lewat Film Dear Basketball

Film Pendek Kobe Bryant Masuk Nominasi Oscar

Legenda Disnet di Balik Film Animasi Kobe Bryant

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern