Waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB. Pemain Stapac Jakarta sudah melakukan pemanasan selama 15 menit. Lawannya, Pacific Caesar Surabaya tidak kunjung datang ke lapangan. Akhirnya, wasit memutuskan Stapac menang Walk-Out (WO) atas Pacific Caesar. Peristiwa tersebut membuat Stapac berhak tampil di semifinal bertemu dengan Pelita Jaya Basketball. Stapac dinyatakan menang 2-0 atas Pacific Caesar Surabaya.

Kejadian tersebut mewarnai laga--yang seharusnya--kedua playoff IBL 2017-2018 putaran pertama, Sabtu, 10 Maret di DBL Arena Surabaya. Pertandingan yang ditunggu-tunggu pendukung kedua tim justru diwarnai kejadian mengejutkan. Pacific menyatakan mundur dari pertandingan. Mereka juga melayangkan surat pengunduran diri secara resmi.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Pacific tetap berpegang teguh mengikuti panduan Peraturan Pelaksanaan IBL 2017-2018, dan tetap akan memainkan Anton Waters di pertandingan. Keputusan ini jelas bertentangan dengan surat yang diluncurkan IBL sebelumnya. Surat IBL kepada Pacific menyebut bahwa Anton Waters tidak boleh bermain di laga kedua playoff.

"Ketika di pertemuan pertama Anton Waters melakukan satu kali Technical Foul dan satu kali Unsportsmanlike Foul. Dengan dasar itu, kami harus memberi hukuman larangan satu kali pertandingan. Dari pihak Pacific tidak menerima keputusan ini, akhirnya mereka menyatakan harus WO dari pertandingan ini. Stapac sebagai pemenang dari playoff Divisi Putih jadi mereka yang melaju ke semifinal menghadapi Pelita Jaya," papar Direktur IBL, Hasan Gozali. "Dalam Peraturan Pelaksaan itu ada klausul ketika sebuah tim melakukan WO maka mereka kena denda 100 juta rupiah. Lalu masih kami pertimbangkan untuk sanksi selanjutnya."

Kemenangan WO tidak diharapkan oleh Stapac. Mereka tetap ingin bertanding melawan Pacific. Namun apapun hasilnya, mereka tetap menghormati keputusan liga.

"Saya sangat kecewa dengan hasil saat ini. Walaupun kami masuk ke semifinal dan Pelita Jaya menunggu di Yogyakarta, jujur kami kecewa dengan kejadian hari ini. Jadi nantinya, apapun keputusan liga harus dihormati," ucap Gagan Rachmat selaku Manajer Stapac.

Stapac sebenarnya diuntungkan dengan keadaan ini. Tapi Gagan mendaku bahwa mereka sudah mengecewakan penonton yang hadir di arena. Ada pula tanggung jawab kepada sponsor.

"Di satu sisi kami punya fanbase dan juga ada siaran langsung. Harusnya kedua tim ini bertanding. Padahal masih ada kesempatan bagi Pacific untuk bisa memenangkan pertandingan. Sangat disayangkan dengan sikap lawan. Kemenangan rasanya kurang adil untuk kami juga," lanjut Gagan.

Selanjutnya, Stapac sebagai pemenang playoff putaran pertama akan melakoni laga semifinal melawan Pelita Jaya pada 5, 7 dan 8 April 2018. Pertandingan pertama akan digelar di Yogyakarta sebagai rumah Stapac. Kemudian laga kedua dan ketiga (bila diperlukan) rencananya berlangsung di C-Tra Arena Bandung yang dijadikan rumah Pelita Jaya.(*)

Baca juga: https://www.mainbasket.com/r/2132/resmi-anton-waters-tak-boleh-main-di-laga-kedua-playoff-pacific-vs-stapac

Foto: Mei Linda

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern