Becky Hammon Berpotensi Jadi Kepala Pelatih Perempuan Pertama di NBA

| Penulis : 

Asisten Pelatih San Antonio Spurs, Becky Hammon, akan menjalani wawancara dengan Milwaukee Bucks untuk mendapatkan posisi kepala pelatih. Dengan itu, ia sekaligus menjadi perempuan pertama yang diwawancarai untuk posisi serupa di NBA. Karena sebelumnya, tidak ada perempuan yang pernah direkrut menjadi kepala pelatih sebuah tim di liga bola basket paling tersohor sedunia itu.

Hammon, 41 tahun, menghabiskan empat tahun terakhirnya dengan menjabat posisi asisten pelatih Gregg Popovich di San Antonio. Ketika Spurs merekrutnya pada 2014, ia tercatat sebagai asisten pelatih perempuan penuh waktu pertama di NBA. Popovich bahkan memercayai dirinya untuk mengurus tim di Summer League pada 2015, dan ia memenangkannya. Hasil itu tidak hanya membuatnya menjadi kepala pelatih perempuan pertama di turnamen pramusim, tetapi juga menjadikannya perempuan pertama yang memenangkan Summer League sebagai kepala pelatih.

“Becky bisa melakukan apa saja yang ia inginkan,” komentar Popovich, seperti dikutip Washington Post dari San Antonio Express, tentang karir kepelatihan Hammon. “Ia mendapatkan rasa hormat semua orang di tim ini, dari atas ke bawah.”

Popovich juga mengatakan, ia sangat menghargai Hammon dan apa yang dilakukannya. Jadi, apa pun yang akan ia lakukan ke depannya, itu terjadi karena Hammon memang memiliki bakat. Sikap seperti inilah yang kemudian membuka kesempatan perempuan untuk mendapatkan haknya di NBA.

LeBron James, forwarda Cleveland Cavaliers, juga berpikir serupa. Ia mengaku tidak masalah jika suatu hari kelak ia dilatih seorang kepala pelatih perempuan.

“Jika ia tahu apa yang ia lakukan, kami akan senang,” ujar James seperti dikutip New Yorker. “Maksudku, bola basket pada akhirnya bukan persoalan laki-laki atau perempuan. Jika Anda mengerti permainannya, maka Anda tahu permainannya.”

Jika melihat rekam jejaknya, Hammon memang memiliki segudang pengalaman yang membuatnya memahami olahraga ini. Ia telah mengenal basket sejak lama. Karena sebelum terjun ke dunia kepelatihan, ia juga seorang atlet profesional yang bermain selama 16 tahun di WNBA; delapan musim dengan New York Liberty dan delapan lagi dengan San Antonio Stars, termasuk bermain di Spanyol dan Rusia ketika jeda antarmusim.

Hammon juga sempat membela tim nasional Amerika Serikat di Jones Cup dengan meraih medali emas pada 1998 di Taipei. Selain itu, karena status dwikewarganegaraannya, ia ikut membela Rusia di Olimpiade 2008 di Beijing, Cina, dan mendapatkan medali perunggu.

Maka, apakah ini sudah saatnya perempuan mengambil bagian dari sejarah kepelatihan di NBA? Mengapa tidak?

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern