Laga kedua Grand Final Liga Mahasiswa Nasional Tahun 2018 masih digelar di GOR Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam, 16 Agustus 2018. Kali ini giliran tim putra dari Universitas Esa Unggul (UEU) berhadapan dengan Universitas Pelita Harapan (UPH). Sama seperti di kategori putri, kedua tim juga bertemu saat final Greater Jakarta Conference beberapa bulan lalu dengan hasil kemenangan untuk UPH.

Mengusung misi balas dendam, UEU tampil ngotot di sepanjang laga. Bahkan ada dua kali aksi dorong antar pemain yang memaksa wasit memberikan dobel unsportman like foul. Cara berakhirnya laga juga membuktikan betapa ketatnya laga ini. UEU masih dalam kondisi unggul dua poin saat laga 40 detik.

Kepala Pelatih UPH, Stephen Lester Metcalife, kemudian mengambil time out yang dimaksudkan untuk merebut keunggulan. Benar saja, strategi tersebut membuat Yefanus Mulyono lolos dari pengawalan pemain UEU dan melepaskan tripoin dan menemui sasaran, UPH unggul 65-64. Usaha UEU membalik keadaan melalui tembakan dua angka di akhir pertandingan gagal menemui sasaran dan UPH memenangi laga ini dan menggagalkan misi balas dendam UEU.

“Ini pertandingan yang keras dan berat bagi kami. Anda juga melihat betapa kuatnya perlawanan dari UEU. Yefa (sapaan Yefanus) mengambil peran penting dalam laga ini, ia berlaku sebagai senior dengan baik. Tembakan kemenangan tersebut adalah bukti nyata betapa pentingnya dia bagi kami,” ujar Stephen seusai laga keada Mainbasket.

Meskipun menjadi penentu kemenangan timnya, Yefa bukanlah top skor tim. Bahkan tripoin yang ia cetak tersebut adalah tripoin pertama dan satu-satunya yang masuk pada laga ini. Total Yefa mencetak 7 poin dan 3 rebound. Top skor UPH pada laga ini adalah ruki mereka, Yesaya Alessandro Saudale dengan 12 poin dan 4 rebound. Tak sendiri, Yesaya didampingi oleh Gabriel Josua yang juga mencetak 12 poin dan 4 rebound. Muhammad Arighi melengkapi daftar pencetak dua digit poin UPH dengan 11 poin dan 5 rebound. Dari kubu lawan, Hendra menjadi lakon utama. Selama 31 menit, ia mencetak 16 poin, 7 rebound, dan 2 asis. Senter UEU, Agus Salim, menyusul dengan dobel-dobel 14 poin dan 11 rebound.

“Saya sangat bangga dan senang bisa meraih gelar juara di tahun pertama saya, Puji Tuhan. Apalagi pertandingan tadi benar-benar menegangkan, seru dari awal sampai akhir. Pengalaman pertama saya dan mendapatkan juara, saya bahagia sekali,” tutur Yesaya dengan riang.

Kemenangan ini membuat UPH menjadi juara Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 sekaligus menjadi yang keempat secara beruntun bagi tim yang berjuluk Eagles ini. “Kami berlatih sangat-sangat keras dan saya memang menaruh ekspetasi tinggi kepada pemain saya. Kami berlatih pagi mulai jam lima dan saya tidak tahu apakah tim lain juga melakukan hal tersebut. Saya melarang pemain mengkonsumsi alkohol dan menuntut mereka untuk terus menjaga kondisi tubuh mereka. Kami menerapkan disipilin yang tinggi ditambah dengan bantuan Tuhan, kami bisa meraih hal ini,” tutup Stephen.

Foto: Alexander Anggriawan

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern