Stefan Carsera rasanya bukan nama yang asing untuk liga profesional Indonesia. Ia pernah tampil membela Aspac Jakarta dan Stadium Jakarta. Setelah empat musim menghilang, Fafa panggilan akrabnya kembali ke liga profesional. Ia kini berseragam Hangtuah.

Jelang NBL Indonesia musim 2012-2013, Stapac Jakarta saat itu Aspac Jakarta memasukkan dua pemain ruki. Mereka adalah Andakara Prastawa Dhyaksa dan Stefan Carsera. Namun sering berjalan, Fafa hanya bertahan satu musim kompetisi bersama Aspac, lalu pindah ke Stadium. Setelah itu, ia menghilang dari basket profesional.

"Saat itu saya memang memutuskan untuk berhenti. Mungkin karena saya waktu itu ingin bekerja dan juga berencana menikah. Beberapa tahun belakangan sebenarnya ingin kembali, hanya saja belum menemukan tim yang cocok saja," ucapnya, ketika ditemui saat Turnamen Pra-Musim IBL 2018-2019 di Solo.

Fafa tampil berseragam Aspac sebanyak 13 pertandingan di NBL Indonesia 2012-2013. Ia mencetak rata-rata 3,0 PPG dan 2,6 PPG. Kemudian Fafa pindah ke Stadium Jakarta di NBL Indonesia 2013-2014. Kali ini ia mengoleksi 2,2 PPG dan 1,0 RPG dalam 11 pertandingan. Kemudian Fafa memutuskan berhenti dari basket profesional.

Forwarda setinggi 1,94 meter itu muncul di tim Hangtuah saat Turnamen Pra-Musim IBL 2018-2019. Keberadaannya sangat dibutuhkan tim Hangtuah. Sebab pada turnamen ini, mereka tidak diperkuat Fidyan Dini. Fafa yang bertugas mengawal area kunci Hangtuah.

"Alasan saya kembali itu, kebetulan saya mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu menyita waktu. Sementara, Hangtuah juga punya jadwal berlatih yang tidak berpengaruh pada jam kerja saya. Akhirnya cocok juga berada di tim ini. Terutama, saya kembali karena ajakan dari Coach Andika," ungkap Fafa.

Meski baru kembali ke liga profesional, penampilannya tidak mengecewakan. Dari empat pertadingan Pra-Musim, Fafa mencetak 9,7 PPG, 6,5 RPG dan 1,2 APG. Fafa sempat mencetak dobel-dobel dengan 12 poin dan 10 rebound saat bertemu Bima Perkasa Yogyakarta. Meski pada akhirnya, Hangtuah harus pulang lebih dulu karena empat kali kalah di babak penyisihan grup.

"Saya mengajak Fafa karena dia bisa bermain di semua posisi. Memang belum kembali seratus persen. Tapi dia bisa mengisi kekurangan tim kami," kata Kepala Pelatih Andika Supriadi Saputra.

Fafa berpendapat bahwa persaingan liga saat ini lebih baik. Ini karena setiap tim punya pemain yang bagus. Tim papan bawah kini juga mampu mengejutkan tim papan atas. Setidaknya, mereka memberikan perlawanan di pertandingan.

Target Fafa di Hangtuah tidak muluk. Ia ingin bermain baik dan beradaptasi dengan persaingan liga saat ini.

"Hantuah menurut saya tim yang bagus. Mereka punya pemain yang potensial. Suasana timnya juga nyaman, mereka solid juga di lapangan. Kalau untuk saya, mungkin saya akan berusaha bermain baik di tiap pertandingannya," ucapnya.

Foto: Hariyanto

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern