Megabintang WNBA Maya Moore tengah menjalani sesi foto untuk sepatu edisi khususnya bersama raksasa sepatu basket Jordan. Ia tidak sendirian. Turut serta desainer wanita pertama Jordan Aleali May. Proyek ini bisa jadi pengisi waktu bagi Maya yang beberapa waktu lalu mengumumkan untuk beristirahat sejenak dari tim nasional basket wanita Amerika Serikat.

Moore yang masih tercatat sebagai pemain Minnesota Lynx adalah duta produk Jordan untuk ranah perempuan. Bagi anak perusahana Nike, tahun ini adalah tahun untuk perempuan sehingga mereka memperluas atensi pada gender yang sempat dinomorduakan itu. Langkah pembuktian mereka terjadi ketika Aleali May dikontrak untuk memberi ide desainnya.

Siluet Air Jordan 1 dan Air Jordan 10 dipilih sebagai basis. Tema modifikasi yang diambil adalah persimpangan fesyen dan olahraga. Itu yang kemudian jadi dasar pemilihan warna pada kedua sepatu yang berkesan feminin namun tetap sporti. “Saya menyukai edisi pertama karena saya bisa memakainya saat memandu peragaan busana serta menggunakannya di jalanan,” tutur May saat wawancara eksklusif dengan Coveteur.

Sementara bagi Moore, edisi ke-10 adalah sepatu Jordan pertama yang ia dapatkan dari sang paman semasa muda. “Saya mengidolai sepatu ini adalah karena sepatu ini mengandung cerita tentang Michael Jordan. Semua tertuang di sol sepatu yang menjelaskan pencapaian legenda Bulls itu semasa bermain,” kata Moore. Lebih jauh, Moore mengaggap bahwa sepatu ini mewakili siklus karir yang dialami hampir semua atlet basket.

Aleali May adalah desainer kepala untuk lini busana The Society NYC. Selain Air Jordan, wanita afro-amerika ini juga tengah menjalani proyek kolaborasi dengan kaos kaki Stance. Meski sedang menjalani proyek dengan pihak ketiga, lini busana yang ia jalani tetap berjalan sesuai dengan ritme yang sudah ia rencanakan.

Sementara bagi Maya Moore, menjadi duta Jordan berarti ia punya kesibukan tambahan di luar profesi utamanya sebagai pemain basket WNBA. Ia sudah memberi sinyal pensiun dari tim nasional basket wanita sejak pertengahan 2018 silam. “Saya sudah melakukan banyak hal hingga mencapai titik ini. Mengambil waktu istirahat saya rasa tidak ada salahnya,” katanya kepada ESPN pada 21 September 2018.

Faktor cedera ditambah padatnya jadwal bertanding jadi alasan lain. “Musim ini terasa sangat melelahkan. Kami (tim Minnesota Lynx) menjalani pertandingan dalam dan luar negeri ditambah jadwal persiapan untuk Piala Dunia FIBA 2018 yang saya jalani di sela jadwal tersebut,” lanjutnya. Dengan mengambil rehat dari tim nasional, Moore punya waktu jeda untuk menyembuhkan cedera. Setali tiga uang, ia juga bisa menjalani proyek perilisan sepatu bersama pihak sponsor.

Kedua sepatu ini hanya dirilis di Amerika Utara pada 22 Desember 2018 melalui butik-butik Jordan terpilih. Bila Anda ingin mendapatkannya, pembelian secara daring tetap bisa dilakukan dengan jumlah yang sangat terbatas. Tampaknya, kedua sepatu tersebut akan dirilis dalam ukuran perempuan.

Foto: Cam Kirk / Coveteur

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern