Bersua Michael Jordan dan Dampaknya Pada Karir LeBron James

| Penulis : 

Kesan pertama bisa saja mempengaruhi pandangan kita pada seseorang selamanya. Itulah yang terjadi ketika LeBron James pertama kali bertemu dengan Michael Jordan pada Juni 2001. Saat itu, LeBron berusia 16 tahun dan Jordan, 38 tahun, sedang sibuk mempersiapkan diri kembali ke NBA kali kedua bersama Washington Wizard. Pertemuan itu ternyata berdampak pada perkembangan karir LeBron James.

“Pengalaman yang begitu luar biasa,” tutur LeBron kepada Dave McMenamin dari ESPN. “Saya merasa baru saja bertemu ‘Dewa’. Itulah yang dirasakan remaja 16 tahun saat bertemu seseorang besar,” lanjutnya.

Ungkapan bertemu Dewa tentu tidak diartikan secara harfiah. Pemilihan kata ganti “Dewa” merujuk pada ungkapan rasa yang membuncah di dalam hatinya. Penggawa Los Angeles Lakers kala itu masih berstatus pebasket pelajar dengan ribuan mimpi sementara Michael Jordan sudah menjadi sosok besar lewat torehannya di NBA dan tim nasional Amerika Serikat. Wajar bila kemudian ia menghiperbolakan pengalaman tersebut kepada awak media. Penggunaan nomor punggung 23 oleh LeBron pun bisa jadi merujuk pada betapa bangganya LeBron bertemu idolanya kala itu.

Ia juga menyebutkan bila karirnya sekarang juga tidak akan sejauh ini tanpa kontribusi berbagai pihak lain sebelum dia, termasuk Michael Jordan. “Saya tidak akan bisa melangkah sejauh ini dengan usaha dari diri sendiri. Ada banyak yang berperan. Mereka adalah orang-orang hebat yang terjun ke ranah ini (olahraga basket) dan berprestasi seperti (Michael) Jordan,” katanya. Ia juga menyebutkan Kota Akron, kota kelahirannya, sebagai wilayah yang juga tidak kalah penting di masa meniti karir.

Selain Jordan, LeBron juga menyinggung persaingan yang terjadi di NBA setelah Larry Bird dan Magic Johnson datang sebelum dipersengit dengan kehadiran Jordan pada 1984. “(Larry) Bird dan Magic (Johnson) menghadirkan tontonan menarik di atas lapangan. Lalu, hadir Jordan yang menjadikannya tontonan global. Lalu The Dream Team yang mereka bela pada 1992 adalah representasi tim terbaik di dunia menurut saya,” cerita LeBron.

Satu hal yang akan ditiru LeBron dari Jordan di masa yang akan datang adalah membeli klub NBA. Legenda Chicago Bulls membeli Charlotte Bobcats seharga AS$ 275 juta pada 2010. Ia mencatat rekor sebagai mantan pebasket NBA pertama yang membeli tim NBA. LeBron ingin menjadi yang nomor dua di daftar tersebut.

Rencana besar ini diungkapkannya ketika mengisi konten PodCast di kanal Open Run pada 2016. Rumor ini diperkuat lagi oleh penasehat bisnis LeBron dan juga sahabatnya, Maverick Carter. Ia mengungkapkannya pada Rachel Nichols selaku pewarta ESPN bulan lalu. Tim yang jadi incarannya adalah Cleveland Cavaliers. “Bisa jadi 10 tahun dari sekarang. Kita lihat saja,” pungkas Carter. Namun, dalam waktu dekat, Sang Raja hanya akan berfokus pada karir basket dan bisnis yang ia jalani. Setali tiga uang, ia juga memantau perkembangan serta menghimpun waktu yang tepat untuk merealisasikan cita-citanya itu.

Foto: Sporting News via Getty Images

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern