“Gairah basket di negeri kami sedang tinggi,” kata Shane Froling, salah satu pelatih yang melatih di Honda DBL Camp 2016.

Shane kemudian menceritakan bagaimana antusias dirinya menyaksikan performa tim Australia di Olimpiade Rio 2016 lalu. Walau tak mendapat medali apa pun (kalah di perebutan tempat ketiga dari Spanyol), menurut Shane, Australia sangat bangga dengan pencapaian timnya.

Hal serupa diungkapkan, Mark Heron, pelatih yang juga selalu hadir di DBL Camp sejak empat tahun terakhir. Mark sangat optimis dengan masa depan basket di negerinya. “Empat tahun lagi, mungkin bisa perak atau –setidaknya- perunggu,” ujar Mark. “Emas? Hmm, Amerika tak pernah mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.”

Semangat basket Australia kini tengah mengalir ke Surabaya. Tak tanggung-tanggung, dalam rangka Honda DBL Camp 2016, enam pelatih datang ke Surabaya. Dua di antaranya merupakan pelatih baru dan memiliki reputasi yang sangat besar. Enam adalah jumlah pelatih Australia terbanyak yang pernah datang ke DBL Camp.

“Saya sedang menimbang-nimbang apakah akan menerima tawaran dari Jepang atau tidak,” kata Shawn Dennis. “Lalu Andrew (Vlahov) menghubungi dan mengajak saya ke sini. Hey, selalu menyenangkan bagi saya bisa bertemu dengan orang-orang baru untuk berbagi pengetahuan tentang basket. Khususnya Indonesia, negara dengan potensi basket yang sebenarnya bisa besar.”

Shawn Dennis adalah rekan Andrew Vlahov. Vlahov yang boleh dikatakan sebagai pelatih utama di DBL Camp pernah punya saham di tim Perth Wildcats. Tim di mana Shawn pernah menjadi asisten pelatih.

Pada tahun 2013, Shawn menjadi kepala pelatih di tim NBL Australia Townsville Crocodiles. Kehebatannya melatih membuahkan hasil hebat. Di musim 2015-2016, Shawn adalah Coach of the Year NBL Australia.

Pelatih baru lain yang datang ke DBL Camp kali ini adalah Deanna Smith. Deanna adalah pelatih perempuan kedua yang datang ke DBL Camp. Sebelumnya pernah ada Donna Cuperus.

Berbeda dengan Donna yang sudah lama pensiun, Deanna baru saja mengakhiri karir cemerlangnya di dunia basket tahun ini.

Cemerlang, karena prestasi Deanna di basket sungguh luar biasa. Deanna mulai bermain profesional pada tahun 1996 di Melbourne Tigers. Ia menutup karir di West Coast Waves.

Sepanjang karirnya, Deanna dua kali menjadi juara WNBL Australia, yaitu pada tahun 1999 dan 2000. Ia tiga kali terpilih menjadi pemain All Star di WNBL dan sempat bermain di beberapa liga asing seperti Inggris, Portugal, Rusia dan Italia.

Kehadiran para pelatih Australia di DBL Camp adalah peluang langka yang didapatkan oleh para peserta camp yang datang dari 25 kota di seluruh Indonesia.

Walau hanya berlangsung selama empat hari, kenangan di DBL Camp bisa bertahan seumur hidup. Terlebih bagi para campers tahun ini. Tahun di mana Australia sedang dalam euforia kebangkitan basket mereka.(*)

 

Para pelatih Honda DBL Camp 2016 dari World Basketball Academy Australia:

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern