Kantor berita CNBC baru-baru ini mengadakan sesi wawancara dengan Kasper Rorsted, CEO adidas Global. Ia dihadapkan pada pertanyaan tentang kondisi penjualan adidas yang beberapa waktu belakangan sedang menurun. Pertanyaan mengenai isu-isu dunia persepatuan dan perbasketan pun turut diajukan. Salah satunya adalah tentang Zion Williamson yang beberapa waktu lalu jebol dan menyebabkan cedera.

Rorsted justru membuat kejadian itu sebagai refleksi dari pabrikan yang ia pimpin. “Sebelum menyinggungnya, kita harus fokus terlebih dahulu pada kondisi atlet sekaligus jadi pelajaran bagi kita. Apakah kita sudah menyiapkan produk terbaik untuk mereka atau belum. Kami juga punya aset atlet-atlet potensial dan harus menyiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin,” katanya.

Wacana perekrutan Zion Williamson untuk adidas pun ditanyakan mengingat tragedi tersebut bisa saja menurunkan rasa percaya penggawa Duke kepada Nike. Apalagi “Kita tidak bisa secepat itu mengambil keputusan. Setidaknya, kami sudah punya James Harden. Ia seorang MVP, pemain berprestasi, dan aset terbaik,” pungkas Rorsted.

Baca juga: Dampak Kasus Zion Williamson, Apakah Pemain Bisa Menuntut Pabrikan Olahraga?

Pria yang sudah belasan tahun bekerja di adidas itu juga membocorkan rencana perilisan 20-an adidas Yeezy sepanjang 2019. Meski begitu, setiap edisi akan dibuat dengan jumlah dan cerita yang berbeda-beda. Kanye West memang punya visi untuk membuat semua orang mampu memakai sepatu buatannya. Maka, adidas pun mengamini wacana tersebut.

Adidas Yeezy bisa jadi sebagai salah satu pendobrak tren sepatu kasual dari Si Tiga Garis setidaknya tiga tahun belakangan. Jumlahnya yang terbatas membuat sepatu ini dilirik para penggiat produk bernilai tinggi. Harganya yang tinggi di pasar sekunder menjadikannya sebagai buruan panas penggiat kultur sneaker.

Kejadian jeolnya sepatu Zion Williamson bisa jadi sebuah kabar yang baik bagi para pabrikan sepatu basket yang berkecimpung di NBA. Pemain 18 tahun itu dianggap sebagai bakat terbaik di NBA Draft 2019. Sebagian media bahkan menjadikannya sebagai penerus LeBron James yang usianya kian menua.

Dari sisi bisnis, Zion pun sudah menunjukkan bakatnya dalam menarik atensi. Sports Illustrated menjelaskan bahwa pertandingan Duke yang dibintangi Zion ditonton lebih banyak penggemar berdasar pada perbandingan jumlah tiket. Paparan media yang luas juga menjadikannya buruan para calon sponsor. Nike adalah pihak paling dekat dengannya karena relasi Sang pabrikan dengan pihak almamater. Oleh karenanya, sekali Nike membuat blunder, banyak kalangan yang menginterpretasikannya sebagai peluang pihak lain untuk mengontrak Zion secara personal setelah ia masuk NBA.

Foto: adidas

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern