Damian Lillard, garda Portland Trail Blazers, ingin menjadi pemain terbaik sepanjang sejarah tim. Ia berpotensi menjadi pemain seperti itu setelah mencetak 30 poin dan 15 asis melawan New Orleans Pelicans. Belum lagi Blazers saat itu menang 106-98 di Moda Center at the Rose Quarter, Portland, Oregon, Amerika Serikat, Senin 18 Maret 2019 waktu setempat.

Dengan perolehan dobel-dobel itu, Lillard menyamai rekor Clyde Draxler. Mereka menjadi dua pemain Blazers dengan setidaknya 30 poin dan 15 asis. Draxler sendiri mencetak 40 poin dan 15 asis pada 1986. Tidak ada yang bisa menyamai rekornya sampai Lillard melakukannya hari ini.

“Saya selalu merasa terhormat bisa sejajar dengan barisan elit,” kata Lillard seperti dikutip Clutchpoints. “Saya selalu ingin menjadi pemain terbaik Blazer yang pernah ada. Saya senang melakukannya hal seperti itu ketika menang.”

Lillard punya banyak waktu untuk membuktikan diri. Ia tengah berada dalam kondisi primanya sebagai atlet (28 tahun). Ia tidak muda, tetapi juga tidak cukup tua untuk pensiun. Ia berpengalaman dan tidak sedang berada di ujung karier.

Lillard sejauh ini pun sudah berusaha menjadi yang terbaik di Blazers. Ia bahkan selalu berhasil mengantarkan Blazers ke playoff sejak 2013-2014. Blazers menyisakan 12 pertandingan pada 2018-2019 ini, tetapi mereka bertengger di peringkat empat dengan rekor 43-27. Lillard dkk. berpotensi besar kembali ke playoff untuk enam kali beruntun.

Musim lalu, Lillard gagal memenangkan pertandingan putaran pertama. Pelicans menyapu bersih mereka di sana. Sejak itu, Lillard merasa Blazers dipandang sebelah mata. Orang-orang berbicara buruk tentangnya di mana-mana. Kini Lillard perlu membuktikan perubahannya. Ia ingin menjadi pemain terbaik Blazers dengan membawa tim lebih jauh di playoff.

Kendati begitu, ujian selalu menghampiri siapa pun. Ketika Blazers tengah berusaha memenangkan sisa pertandingan, mereka terpaksa kehilangan C.J. McCollum. Rekan duet Lillard itu mengalami cedera. Lillard harus bermain tanpanya di sisa pertandingan.

Dengan adanya ujian itu, Lillard tidak serta merta pupus harapan. Ia tetap optimis untuk membuat Blazers lebih baik. Mereka akan membuktikannya dari pertandingan ke pertandingan. Selanjutnya, Blazers akan menghadapi Dallas Mavericks lusa. (GNP)

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern