Menurut Anda, apa sebenarnya faktor yang mampu membawa sebuah tim memenangi sebuah pertandingan? Pemain bintang, pelatih yang apik, tinggi badan, atau yang lain-lain? Seolah banyak sekali  variabel yang bisa menjadi penyebab sebuah tim menjadi pemenang dalam sebuah laga. Namun, secara teori, sebenarnya ada perhitungan yang membuat sebuah tim memenangi sebuah pertandingan.

Seorang analis NBA yang juga pernah menjadi bagian dari staff kepelatihan Seattle Supersonics dan Denver Nuggets di kurun 2002-2004 melakukan penelitian tentang ini. Sang analis yang bernama Dean Oliver lantas menemukan hasil akhir bahwa hanya ada empat faktor yang menjadi penentu kemenangan sebuah tim. Ia menyebutnya sebagai “Four Factors Basketball.”

Dalam prosesnya, empat faktor ini berkembang menjadi delapan karena dalam setiap aspek dihitung saat menyerang dan bertahan. Empat faktor tersebut adalah tembakan (shooting), kesalahan sendiri (turnovers), bola pantul (rebounding), dan tembakan gratis (free throw). Lebih hebat lagi, Oliver memberikan bobot kepada masing-masing faktor tersebut dalam membawa kemenangan. Shooting (40%), turnovers (25%), rebounding (20%), dan free throw (15%).

Untuk shooting, perhitungan yang digunakan adalah effective Field Goals Percentage (eFG%). Statistik ini dipilih lantaran lebih nyata dalam menghitung efisiensi tembakan seorang pemain atau sebuah tim. Dalam perhitungan ini, tripoin mendapatkan perlakuan khusus lantaran memiliki jumlah poin yang memang lebih dari tembakan lainnya. Perlakuan tersebut adalah dengan dikali variable 0,5.

Sementara untuk turnover, perhitungan yang digunakan adalah Turnover Percentage (TOV%). Dalam hal ini, seperti logika biasa, tim yang memiliki jumlahh TOV% yang lebih kecil berarti memiliki tingkat kecerobohan yang lebih sedikit. Selaras dengan peluang untuk menembak lebih banyak dan memenangi pertandingan.

Bergeser ke rebounding, karena yang dibahas di sini adalah saat menyerang, maka perhitungan yang dipakai adalah Offensive Rebound Percentage (ORB%). Secara sederhana, ORB% bisa dijelaskan sebagai jumlah ORB yang diraih suatu tim dibandingkan dengan jumlah ORB yang tersedia dalam satu pertandingan.

Terakhir adalah free throw atau yang biasa kita sebut tembakan gratis. Dalam perhitungan ini, data yang berusaha diketahui adalah seberapa sering sebuah tim mendapatkan tembakan gratis dalam satu pertandingan. Semakin besar persentase sebuah tim ke garis tembakan gratis, semakin besar pula mereka menambah poin.

Dalam hal ini, saya berusaha menghitung statistik-statistik di atas dengan gim final IBL 2018-2019 antara Stapac Jakarta dan Satria Muda Pertamina Jakarta. Hasilnya, Stapac memang unggul di seluruh empat aspek di atas dan oleh karena itu kemenangan tersebut bisa dibilang kemenangan yang sangat layak.

Pengembangan Four Factors Basketball sendiri bisa digunakan hingga memproyeksi kemenangan sebuah tim di musim selanjutnya. Oleh karena itu, beberapa perkiraan-perkiraan posisi tim di awal musim tak melulu dari materi pemain, tapi bisa juga menggunakan metode ini. 

Foto: Hariyanto

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern