Los Angeles Lakers telah melalui satu musim yang buruk pada 2018-2019. Mereka bukan hanya gagal menembus playoff, tetapi juga gagal menangani masalah internal. Padahal mereka punya LeBron James yang selalu mampu membawa timnya (Miami Heat dan Cleveland Cavaliers) ke final selama delapan musim beruntun.

Rajon Rondo, garda senior Lakers, belakangan buka-bukaan soal kegagalan timnya di 2018-2019. Ia mengungkap situasi tim saat itu. Masalahnya ternyata tidak berpusat pada badai cedera. Gagalnya pertukaran Anthony Davis dan mundurnya Presiden Klub Magic Johnson juga ikut memengaruhinya.

Motivasi Lakers untuk kembali ke playoff sebenarnya sempat naik di awal musim. Mereka berhasil mengalahkan juara bertahan Golden State Warriors saat Natal.  Rondo, James, dkk. menang 127-101.

“Itu merupakan momentum besar bagi kami. Itu bukan playoff, tetapi itu pertandingan besar bagi karier sebagian orang. Pertandingan Natal, melawan juara bertahan, dan mereka menang,” ujar Rondo, per Bleacher Reports.

Rekor Lakers pascakemenangan atas Warriors relatif bagus. Mereka menang 20 kali dan kalah 14 kali. Sayangnya, James mengalami cedera saat Natal. Ia absen dalam 17 pertandingan beruntun. Rondo pun sempat absen selama beberapa minggu. Lakers hanya menang 17 kali di sisa musim.

Tim asal Los Angeles itu mengalami penurunan performa karena beberapa hal. Badai cedera hanya salah satunya. Rondo mengatakan, rumor pertukaran Davis justru membuat situasi internal tidak menentu.

Di pertengahan musim, sempat beredar rumor bahwa Davis ingin keluar dari New Orleans Pelicans. Lakers sigap merespon hal itu. Mereka bahkan bersedia menukar siapa saja, kecuali James, untuk mendapatkan senter andalan Pelicans. Hal itulah yang membuat stiuasi internal tim tidak menentu.

“Bahkan beberapa pemain senior juga terpengaruh,” kata Rondo tanpa menyebutkan identitasnya. “Orang ini mengumpat dan memaki situasi itu selama pertandingan. Saya seperti: ‘Biarkan saja. Semua sudah selesai. Kita telah melaluinya. Sebagai seorang senior, kita harus melangkah ke depan dan tidak fokus pada apa yang pemain muda pikirkan. Beri contoh.’”

Meski demikian, situasi itu tidak juga pudar. Para pemain tetap memikirkannya. Mereka bermain dengan Lakers hari itu, tetapi merasa bisa ditendang ke tim lain di lain waktu.

“Itu seperti kamu bermain dengan MJ (Michael Jordan), dan kemudian kamu berhasil, dan itu seperti ibu dan ayah kamu, atau seseorang yang kamu idolai, ternyata tidak menginginkanmu,” Rondo menggambarkan.

Pertukaran dengan Pelicans sendiri pada akhirnya tidak terjadi. Davis tetap di New Orleans, sementara Rondo dkk.  di Los Angeles. Lakers gagal mendapatkan keinginan mereka. Bahkan James pun tidak bisa apa-apa. Padahal ia dan Davis berada di bawah naungan agensi yang sama.

Setelah semua drama itu, Lakers kemudian harus menghadapi drama lainnya. Johnson mengundurkan diri di akhir musim secara tiba-tiba. Ia bahkan mengumumkannya langsung di hadapan wartawan.

“Saya berencana untuk kembali ke kehidupan yang indah,” kata Johnson kala itu, per Yahoo! Sports.

Pengunduran diri Johnson memperburuk situasi Lakers. Para pemain jadi tidak bisa fokus. James bahkan menolak membicarakannya. Ia baru berkomentar setelah Lakers menutup musim. Ia sendiri tidak percaya dengan keputusan Johnson.  

Rondo, di sisi lain, tetap berada di tim sampai akhir. Ia merasakan situasinya semakin buruk.

“Kami membicarakannya, bicara sedikit soal itu sebagai sebuah tim, mencoba fokus ke pertandingan,” katanya. “Namun, itu benar-benar mengganggu kami. Kami tidak bisa fokus.”

Saat situasi semakin buruk, Rondo berusaha untuk merangkul teman-temannya. Lakers berusaha untuk menyelesaikan musim sebisanya. Mereka tahu risiko bermain dengan James. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak ketika hal-hal semacam itu terjadi.  

Lakers belakangan mulai berbenah. Mereka mencari pemain baru. Apalagi Lakers juga punya hak pilih nomor empat pada NBA Draft 2019. Mereka punya kesempatan merekrut pemain top. Belum lagi ruang gaji juga cukup untuk satu pemain bintang lainnya. Beberapa pemain bintang akan menjadi pemain bebas pada musim panas nanti. Lakers tidak akan melewatkan kesempatan itu. Namun demikian, Rondo belum memutuskan akan kembali atau tidak musim depan. (put)

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern