Isaiah Thomas sempat mengejutkan dan menginspirasi dunia dengan kisahnya memimpin Boston Celtics menguasai Wilayah Timur pada musim 2016-2017. Selain karena posturnya yang terhitung kecil (175 sentimeter), fakta bahwa ia terpilih di urutan terakhir, urutan ke-60 NBA Draft 2011 membuatnya tak pernah benar-benar diperhitungkan.

Sayangnya, perjalanan bersejarah itu tak berlangsung lama. Celtics lantas menukar pemain yang akrab dengan akronim IT tersebut ke Cleveland Cavaliers demi Kyrie Irving di musim berikutnya. Setelahnya, karir IT tak pernah menyentuh titik yang sama dengan musim 2016-2017. Bahkan, bisa dibilang karirnya terus mengalami kemunduran.

Di musim 206-2017, IT finis di urutan tiga perburuan gelar MVP dengan statistik 28,9 poin, 2,7 rebound, dan 5,9 asis per gim. Secara akurasi pun, IT luar biasa kala itu dengan FG% 46 persen, 3P% 38 persen, TS% 62 persen, dan eFG% menyentuh 54 persen. Menggambarkan permainan IT kala itu adalah agresif, produktif, dan efektif.

Cedera pinggul yang diderita IT di akhir-akhir masanya bersama Celtics bisa dibilang menjadi fakotr terbesar yang merubah kisahnya. Cedera itu membuatnya absen dalam waktu yang lama di musim 2017-2018. Bersama Cavaliers, IT tercatat hanya bermain 15 kali sementara saat ia dipindahkan lagi ke Los Angeles Lakers, ia hanya bermain 17 gim dengan satu kali menjadi pemain utama (starter).

Musim ini, ia bergabung dengan Denver Nuggets. Sayangnya, cerita juga tak berubah meski Nuggets bisa dibilang berjaya dengan menempati peringkat dua Wilayah Barat. Perannya sangat sedikit bahkan nyaris tak terlihat. Ia hanya bermain sebanyak 12 kali dengan rata-rata menit bermainnya hanya 15,1 menit per gim. Itu adalah catatan menit bermain terkecil sepanjang karirnya.

Di pasar pemain bebas yang dibuka 1 Juli, waktu Indonesia, nanti, IT akan menyandang status unrestricted free agent. Belum ada spekulasi tim mana yang tertarik untuk menggunakan jasanya musim depan atau bahkan hingga jangka panjang. Namun, melalui akun twitter resminya, IT menunjukkan apa yang ia inginkan untuk masa depannya. “Yang saya butuhkan hanya satu kesempatan. Kesempatan yang benar-benar penuh buat saya dan saya akan menyelesaikan sisanya.”

“Tidak ada yang tahu apa yang bisa mereka harapkan dari saya setelah saya menjalani operasi pinggul tahun lalu dan menghabiskan dua kali musim panas untuk rehab,” sambung IT dalam sebuah wawancara dengan ESPN. “Sekarang saya sudah pulih dan saya bisa kembali bekerja di lapangan selama musim panas ini. Memperbaiki permainan, membangun fisik saya lagi, masa otot, kekuatan kaki, semua yang saya lakukan seperti di musim 2016-2017. Saya akan kembali ke level permainan saya seperti waktu itu. Saya bersemangat untuk menunjukkannya kepada semua orang.”(DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern