Setelah mengerucutkan jumlah pemain seleksi menjadi 17 pemain, tim nasional (timnas) Amerika Serikat berpindah tempat latihan ke Los Angeles, California, Amerika Serikat. Di sini, mereka kembali berlatih dan melakukan latih tanding, salah satunya dengan timnas Spanyol.

Sebelum berhadapan dengan Spanyol, Rabu, 14 Agustus 2019, timnas Amerika Serikat lebih dulu menjalani latih tanding internal melawan tim pilihan (select team). Tim ini bermaterikan deretan pemain cadangan NBA dan mayoritas pemain NBA G League serta satu pemain yang bermain di luar negeri.

Justin Anderson mungkin adalah nama terbaik yang mereka miliki. Pun demikian, Justin masih kesulitan masuk dalam rotasi menit bermain tim NBA. Padahal, ia memperkuat Atlanta Hawks yang dihuni deretan pemain muda musim lalu. Selain Justin, nama John Jenkins, juga bisa dibilang konsisten. Ia tercatat bermain lima musim di NBA untuk lima tim yang berbeda. Meski jumlah menit bermainnya tak banyak, catatan tersebut jauh lebih baik dari deretan pemain lainnya.

Meski bisa dibilang kalah mentereng dengan deretan pemain muda yang menghuni timnas Amerika Serikat, tim pilihan ini justru tampil mengejutkan. Dalam dua laga uji coba yang digelar, tim pilihan yang dilatih oleh Jeff Van Gundy ini selalu menutup laga dengan kemenangan.

Dua laga ini sendiri bukan laga penuh, melainkan hanya dua kali 10 menit. Di gim pertama, tim pilihan berhasil menang dengan selisih tiga poin. Sementara di gim kedua, mereka justru semakin menjadi dengan kemenangan berselisih 21 poin, 38-17.

Kekalahan ini ditanggapi beragam oleh banyak pihak. Selain rasa cemas atas tim utama, ada beberapa pihak yang menyebut pengalaman tim pilihan juga membawa peran penting dalam kemenangan mereka. Karena pada dasarnya, tim pilihan ini memiliki pengalaman bertanding di level internasional yang lebih banyak dari para pemain utama.

Bahkan, tim pilihan ini juga yang membawa Amerika Serikat lolos ke Piala Dunia FIBA 2019. Mereka yang turun hampir di semua fase kualifikasi. Nama-nama seperti Travis Wear, Chris Chiozza, Chasson Randle, dan Chinanu Onuaku adalah pemain langganan babak kualifikasi. Satu-satunya pemain yang bertanding di fase kualifikasi dan kini ada di tim utama adalah Derrick White.

Membaca ulang sejarah Amerika Serikat, hal seperti ini juga terjadi kala pertama kali pemain NBA diperbolehkan turun di ajang internasional. Lebih tepatnya, kala pertama kali Dream Team 1992 terbentuk, mereka juga kalah atas tim pilihan di uji coba mereka. Buruknya lagi, tim uji coba kala itu bermaterikan deretan pemain kuliahan. Kabar baiknya, kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan yang mereka derita hingga menjadi juara di Olimpiade 1992 Barcelona. (DRMK)

Foto: NBA, twitter, @DraftExpress

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern