Piala Dunia FIBA 2019 Cina akan tersaji dua hari lagi. Finalisasi skuat yang akan berlaga juga sudah terpenuhi nyaris semuanya. Puerto Rico, Venezuela, Republik Dominika, Lithuania, dan Jepang menjadi salah lima tim terbaru yang mengumukan skuat final mereka di ajang empat tahunan ini.

Negara yang disebut terakhir bisa dibilang menjadi salah satu negara yang paling ditunggu penampilannya. Kehadiran ruki Washington Wizards, Rui Hachimura, yang masuk dalam skuat menjadi daya tarik terbesar mengapa penampilan mereka dinanti dan diharapkan memberi kejutan.

Namun, Jepang sebenarnya tak hanya bergantung kepada Hachimura. Di luar pemain berusia 21 tahun tersebut, masih ada nama pemain naturalisasi Nick Fazekas, pemain keturunan seperti Hachimura, Avi Schafer, dan bakat Jepang lainnya di NBA, Yuta Watanabe.

Yuta adalah pemain two-way Memphis Grizzlies musim lalu. Meski tak banyak mendapatkan kesempatan di tim utama, Yuta tampil mengesankan di NBA G League. Ia terkenal sebagai salah satu pemain sayap yang memiliki tembakan akurat dan kemampuan bertahan yang baik.

Menghadapi Piala Dunia FIBA 2019 Cina, Yuta tampak percaya diri bahwa Jepang dapat berbicara banyak. Persiapan yang sudah mereka bangun lebih kurang satu bulan terakhir dan deretan laga uji coba yang sudah mereka lakoni menjadi penyebab utama keyakinan itu.

“Menurut saya kebersamaan kami beberapa waktu terakhir adalah hal terpenting dalam pembangunan skuat ini. Kami menghabiskan waktu bersama, bekerja keras bersama saat latihan dan pertandingan uji coba. Saya rasa kami kini sudah siap menghadapi Piala Dunia,” ujar Yuta dilansir FIBA.

“Kami memiliki beberapa pertandingan uji coba yang bagus. Bahkan, saat kami kalah pun, kami bermain bagus dan belajar banyak. Kemenangan atas Jerman di uji coba benar-benar membuat kepercayaa kami meningkat. Hal itu menjadi salah satu motor semangat kami jelang Piala Dunia, kami siap menunjukkan timnas Jepang ke hadapan dunia,” lanjutnya.

Di sisi lain, Yuta juga yakin keberadaanya dan Hachimura serta deretan pemain muda lainnya akan membawa hal bagus untuk Jepang di masa mendatang. “Kami semua harus melihat gambaran besarnya, lalu bekerja keras dan menjadi lebih baik di masa depan secara bertahap.”

“Kami ingin terus belajar dan mendapatkan banyak pengalaman di tahun-tahun mendatang. Kami ingin Jepang menjadi salah satu negara paling kompetitif di Asia atau bahkan dunia. Oleh karena itu, kompetisi ini (Piala Dunia) akan menjadi kompetisi yang penting untuk kami dan masa depan basket Jepang,” tutupnya.

Jepang sendiri tergabung dalam grup neraka di Piala Dunia 2019 Cina. Menempati Grup E, Jepang akan bertanding melawan Turki, Republik Ceko, dan Amerika Serikat. Nama yang terakhir disebut jelas akan menjadi unggulan utama. Namun, dua negara Eropa lainnya juga tak bisa dianggap remeh. Laga pertama Jepang akan dimulai Minggu, 1 September 2019, melawan Turki di Shanghai Oriental Sports Center. (DRMK)

Foto: FIBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern