Marcus Smart Ungkap Alasannya Bergabung ke Puma

| Penulis : 

Penggawa Boston Celtics Marcus Smart bergabung dengan DeMarcus Cousins dan Kyle Kuzma di bawah naungan Puma. Ia dikontrak dengan durasi tahunan. Nilai endorsemen sayangnya tidak dipublikasikan kedua belah pihak.

Smart menyebut alasannya karena Puma juga mengontrak musisi hip-hop favoritnya. Dengan keputusannya ini, diharapkan kultur hip-hop juga turut berkembang. “Saya mengidolai G-Eazy, Gunna, dan mendiang Nipsey Hussle. Mereka adalah rapper yang disponsori Puma dan punya banyak kontribusi bagi komunitasnya. Mereka tidak sekadar musisi,” katanya melansir Sole Collector.

J. Cole, rapper yang sedang naik daun pun demikian. Ia tengah berada di jalur untuk mengikuti rekan-rekan musisinya. Smart kemudian menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tersebut. “Karya J. Cole ada di daftar lagu favorit saya. Puma akan luar biasa andai bisa mendatangkannya,” lanjut pemain yang musim ini jadi musim keenamnya di NBA.

Alasan lokasi juga jadi faktor yang berpengaruh. Kantor pusat Puma wilayah Amerika Utara berada di Kota Boston. Itu artinya, kedua belah pihak punya kemudahan untuk berkoordinasi untuk menyusun rencana selanjutnya.

Puma memang erat kaitannya dengan kultur hip-hop dan tari jalanan (breakdance) di Negeri Paman Sam. Puma Suede dan Puma Clyde jadi satu dari sepatu wajib para penggiatnya sejak populer era 1980-an. Tahun lalu, Puma membuat 50 edisi spesial untuk memperingati 50 tahun Puma Suede dengan salah satu edisinya bertema sepatu tari jalanan. Majalah Mainbasket edisi Januari 2018 sudah mengulas tuntas topik ini.

Tidak hanya NBA, Marcus Smart juga jadi salah satu penggawa tim basket putra Amerika Serikat di ajang Piala Dunia FIBA 2019. Meski gagal berprestasi, sorotan penikmat basket dunia setidaknya jadi modal utama bahwa Smart adalah sosok potensial untuk membantu promosi produk.

Tugas pertama Marcus Smart adalah mempopulerkan siluet Puma Clyde Hardwood. Sepatu ini jadi varian berbeda bagi para pebasket yang menginginkan sepatu berdesain klasik yang tetap punya performa mumpuni. Pebasket berumur 25 tahun itu diharuskan untuk membiasakan diri memakai sepatu basket berkerah rendah. “Saya tidak biasa bermain basket menggunakan sepatu berkerah rendah. Akan tetapi, Clyde Hardwood terbilang nyaman. Terry Rozier memakainya lebih dahulu dan ia terlihat menikmatinya,” imbuh Smart.

Puma juga sudah menyusun rencana jangka panjang untuk melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pilantropisme sesuai dengan permintaan Marcus Smart. “Kembali ke masyarakat jadi syarat bagi sponsor mana pun yang ingin bekerja sama dengan saya. Puma mengamini hal itu. Akan ada kegiatan-kegiatan yang saya gagas untuk komunitas dan masyarakat menggandeng mereka,” pungkasnya.

Foto: Nathaniel S. Butler/Getty Images, David Dow/Getty Images

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern