Nike mengumumkan sepatu edisi keempat bagi Paul George, dutanya yang bermain untuk Los Angeles Clippers. Pemain berposisi garda tembak itu tampaknya masih menyukai sepatu berkerah rendah. Oleh karenanya, Nike PG 4 dibuat setinggi tak lebih dari mata kaki.

Kebanyakan sepatu basket Nike kekinian punya sudut pandang performa yang mumpuni. Sebut saja Nike LeBron 17 dengan nilot anyam (knit) tebal di bagian atasnya. Juga Nike KD12 yang memasang Quadfit Knit yang digadang-gadang punya kekuatan mumpuni. Tak lupa bagaimana desain sol Nike Freak 1 milik Giannis Antetokounmpo yang terkesan kokoh. Meski begitu, ada sensasi berbeda saat Nike mengirimkan rilis publik untuk Nike PG 4.

Desainnya mengingatkan saya akan Hyperadapt BB. Tentu saja tidak ada motor penggerak di dalam PG 4. Namun, pemilihan warna dan detail lain membuat argumen tersebut diamini pewarta situs pengamat sepatu. Penempatan logo Nike besar di bagian samping berwarna perak juga tampilan sol sepatu memuat karet berwarna bening nyaris serupa dengan sepatu dengan sistem temali otomatis itu.

Fitur yang layak kita lihat adalah bahan atasnya yang terdiri atas nilon rajut (mesh) yang dibungkus dengan nilon yang dibentuk jaring-jaring jala. Pada bagian atasnya terdapat resleting dengan fungsi merapatkan jala tersebut. Di dalamnya, terdapat lubang sepatu bagi pemakai yang ingin menambahkan tali agar lebih rapat. Penempatan resleting pada sepatu basket mengingatkan saya pada Air Jordan 28.

Beberapa bagian dibuat dengan bahan kulit. Sebut saja sisi samping luar bagian atas dan tumit yang diberi stempel logo pribadi Sang pemain. Bagian lidahnya dibuat tebal dengan bahan plastik neoprene empuk. Nike menempatkan bantalan Air Zoom di sepanjang sol berbahan EVA guna meningkatkan performa.

Laman Sneaker News mengumumkan bahwa Nike PG4 iterasi hitam-putih-perak akan dilepas pada 24 Januari 2020 dengan harga yang belum diumumkan.

Nike punya tanggung jawab besar untuk sepatu khusus Paul George. Tragedi sobeknya Nike PG 2,5 yang dipakai Zion Williamson berdampak besar pada penjualan sepatunya. Tak hanya itu, Forbes mengabarkan bahwa saham Nike sempat turun. Pemilihan desain yang menyerupai Hyperadapt BB bisa jadi sebagai cara untuk meningkatkan citra PG4 mengingat Hyperadapt BB sukses memberikan citra baik bagi Nike. Di sisi lain, performa menawan Paul George di Los Angeles Clippers bisa membantu mengembalikan kepercayaan publik pada sepatu khususnya. Sejauh ini, ia bersama Kawhi Leonard jadi tumpuan tim.

Kecintaannya dengan video gim memberi pengaruh pada proses desain sepatu Paul George. Lalu, mungkinkah Nike PG4 akan dibuat dengan detail seperti PG2 x Play Station? Layak dinanti.

Foto: Nike, akun Instagram nbaoncourt

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern