Menyenangkan melihat Andre Adrianno bermain bersama Satya Wacana musim lalu. Dia selalu jadi pilihan utama Kepala Pelatih Efri Meldi mengisi barisan lima pertama (starter). Bahkan rataan poinnya juga tertinggi diantara pemain lokalnya. Musim ini, Andre punya motivasi lebih besar untuk timnya. Sebab ini akan jadi musim terakhirnya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemain kelahiran Magelang, 4 Januari 1994 tersebut. Memang selama ini Andre seakan menjadi pemain yang setia dengan klubnya. Sudah lima musim dilalui, dan IBL 2020 menjadi musim keenam baginya bersama Satya Wacana.

"Lebih ke totalitas terhadap komitmen saja, bukan kesetiaan," ucap Andre

Alasannya tetap bertahan bersama Satya Wacana ada tiga hal. Pertama, karena dirinya masih menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Kedua karena memang dekat dengan rumah. Lalu yang terakhir karena kota Salatiga populasinya masih nyaman. Tidak sepadat kota-kota besar lainnya.

Tetapi mahasiswa jurusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) tersebut akan lulus tahun ini. Bahkan dia akan lulus sebelum kontraknya bersama tim Satya Wacana berakhir. Untuk itu, Andre musim ini akan berusaha keras untuk memberi kenangan yang indah bagi timnya.

"Setiap musim harus tampil maksimal. Itu memang yang saya harus lakukan untuk tim ini. Namun tahun ini jadi tahun terakhir saya di Satya Wacana. Kalau lancar, sebelum kontrak habis, sudah lulus kuliah. Saya ingin punya kenangan yang baik di tim ini. Bisa membawa lolos playoff atau mungkin juara," ucap Andre memaparkan harapannya untuk musim ini.

Bila melihat catatan statistik musim lalu, pantas bila Andre disebut pemain lokal paling berbahaya di Satya Wacana. Dalam 18 laga, Andre tampil dengan rata-rata 11,3 poin, 3,9 rebound, dan 1,5 asis per laga. Jumlah poin itu menjadi sumbangan terbanyak ketiga di tim Satya Wacana. Di peringkat pertama ada Madarious Gibbs dengan 29,2 poin per laga, dan Raymond Miller dengan 16,8 poin per pertandingan.

Beranjak ke persiapan tim musim ini, Andre optimistis timnya bisa bersaing mendapatkan tiket playoff. Keyakinan tersebut dilihat dengan bergabungnya tiga pemain asing yang baru, yaitu Leshirom Montrell Williams, Christopher Sterling, dan Hal Heyward.

"Tiga pemain asing di tim kami sejauh ini bagus. Tinggal membangun kekompakan tim di dalam dan di luar lapangan saja," katanya. "Montrell pernah bermain di NCAA, Heyward pernah berlatih bersama Hornets, dan Chris juga bermain bagus. Harapan saya, mereka bisa mendongkrak prestasi tim kami."

Andre menilai musim ini pemain asing bakal dominan. Apalagi jumlahnya bertambah jadi tiga pemain. Tetapi sebaai pemain lokal juga tidak boleh berpangku tangan dan menyerahkan semuanya pada pemain asing. Pemain lokal juga harus siap berkontribusi untuk tim.

Kalau dilihat dari roster musim ini, Satya Wacana hanya berisi 14 pemain, termasuk tiga pemain asing. Tetapi materi pemain musim ini lebih baik karena ada ruki Antoni Erga, lalu ada pemain yang sempat masuk pemusatan latihan timnas, David Liberty Nuban, serta kembalinya Henry Lakay setelah sembuh dari cedera. (tor)

Foto: Dika Kawengian

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern