Setelah moncer bersama Nike, desainer dan curator fesyen Sean Wotherspoon menjalani proyek kolaborasi dengan beberapa pihak. Pemilik gerai pakaian bekas Round Two itu sudah merilis koleksi bersama Guess dan Asics yang akan dilepas dalam waktu dekat. Setali tiga uang, ia juga mengumumkan bahwa akan bekerja sama dengan adidas.

Kabar ini ia umumkan sendiri di akun pribadinya namun segera dihapus tak kurang dari semenit. Unggahan itu berupa gambaran kasar karya tangannya yang memuat logo pribadi dan tiga garis. Keterangan gambar berbunyi “Gambar ini akan dihapus dalam 60 detik. Anda tahu, kan, saya tidak bisa menjaga rahasia…”

Tak berselang lama, Complex menghubungi Sean guna meminta klarifikasi. Lewat wawancara itulah kepastian itu datang. Victor Deng selaku pewarta Complex Sneaker menyebut bahwa Sang desainer akan menelurkan sepatu di bawah label Tiga Garis. Tema yang diusung adalah ketertarikannya terhadap isu lingkungan dan penolakan terhadap residu industri fesyen.

“Ini akan jadi langkah besar dalam menyuarakan tentang isu lingkungan. Anda akan melihat berbagai jenis bahan yang akan digunakan pada sepatu kolaborasi kami,” tutur Wotherspoon melansir Complex. Pria kelahiran 1990 ini mendaku antusias dan tidak sabar ingin segera menjalani segala proses yang ada. “Saya tumbuh dengan bermain sepak bola. Itulah cinta pertama di hidup saya sebelum bertemu skateboard. Samba adalah siluet favorit. Menapaki perjalanan hidup bersama adidas akan menjadi menyenangkan. Sama ketika saya merasakan nostalgia bersama Nike di lini skateboard,” imbuhnya.

Sean Wotherspoon jadi sorotan setelah sepatu hasil karyanya terkenal di kalangan penikmat sneaker dunia. Hal itu terbukti dengan harga jual kembali yang sangat tinggi. Momentumnya adalah ketika ia membuat sepatu gabungan Nike Air Max 1 dan 97 dengan memasang kain corduroy warna-warni di bagian atas. Konsep tersebut memenangkan kompetisi mendesain dari Nike lalu diumumkan pada Air Max Day 2017. Selang setahun, sepatu tersebut dijual dan sukses besar.

Baca juga: Sean Wotherspoon dan Nike Resmi Cerai

Meski begitu, ia memutuskan hengkang dari Nike meski foto prototipe sepatu kedua sudah tersebar. Ia kemudian direkrut sebagai salah satu direktur kreatif lini busana Guess dan menjalankan toko baju seken Round Two miliknya. Lalu, datanglah penawaran kerja sama dengan Asics. Model yang digunakan adalah Gel Lyte III dengan bagian atas yang terbuat dari kain corduroy dengan Tiger Stripe yang bisa diganti sesuka hati.

Proyeknya dengan adidas semakin meneguhkan posisi Sean Wotherspoon sebagai desainer modifikasi sepatu ternama di dunia. Walau begitu, ia tetap berpegang teguh pada gaya hidup sederhana. Padanan baju lawas, celana kain, dan sepatu sneaker kerap ia tampilkan meski harus bertemu khalayak ramai. Tak jarang ia tampil di video-video singkat di YouTube tentang bagaimana memadupadankan pakaian.

Ia juga produktif mengunggah konten video serupa melalui akun YouTube Round Two. Kegiatan sehari-hari, tips berpakaian, hingga rekaman kegiatan sehari-harinya tergambar di sana. Kesederhaan dan sosok pria cinta keluarga akan terus jadi karakter yang ditampilkan.

Foto: akun Instagram Sean Wotherspoon

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern