Gerai-Gerai yang Berhenti Beroperasi karena Corona

| Penulis : 

Pemerintah Amerika Serikat telah membatasi segala macam keramaian publik guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang disebabkan virus Corona. Hal itu berdampak pada penutupan toko-toko sepatu besar yang ada di sana. Tak hanya itu, gerai di kawasan Eropa Barat juga turut diberhentikan sementara.

Melaui kantor berita CNBC, Nike mengumumkan akan menutup seluruh gerainya per 27 Maret 2020. Pemberhentian operasi tersebut meliputi Amerika Serikat, Eropa bagian Barat, Australia, dan Selandia Baru. Beberapa toko di Korea Selatan, Tiongkok, dan beberapa negara lain masih tetap beroperasi namun dengan jam operasional yang dibatasi. Karyawan akan tetap dibayar penuh meski toko tutup. Nike mengoperasikan 384 gerai di Amerika Serikat, termasuk di dalamnya Converse. Sementara itu, terdapat sekitar 750 gerai di belahan bumi lainnya menurut data yang dikemukakan SEC Filings.

Hal ini dilakukan pula dengan Under Armour. Melansir rilis pers, perusahaan yang berbasis di Baltimore ini akan menghentikan operasi gerai mulai 16-28 Maret 2020. Itu artinya, 19 gerai besar dan 169 gerai kecil akan ditutup sementara. Under Armour juga diperkirakan mengoperasikan 388 gerai di seluruh dunia menurut Footwear News. Sebagian di antaranya juga ditutup terkait kasus pandemik ini.

“Kesehatan karyawan, konsumen, dan atlet kami adalah prioritas utama. Oleh karenanya, kami berhenti beroperasi sementara waktu. Setali tiga uang, kami juga menginstruksikan kepada jajaran untuk meningkatkan kebersihan kantor dengan melakukan sterilisasi,” tulis Under Armour dalam rilis pers. Mereka juga menganjurkan karyawannya untuk bekerja jarak jauh hingga batas waktu yang telah ditetapkan secara internal.

New Balance mengikuti jejak Nike dan Under Armour. Joe Preston selaku CEO membuat surat terbuka yang dapat diakses melalui situs resmi. Toko milik New Balance di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa Barat akan ditutup selama sebelas hari mulai 16 Maret 2020. Hal ini termasuk juga dengan kantor pusat mereka di Boston juga kantor pembantu di beberapa wilayah lainnya.

“Kami melakukannya karena memprioritaskan kesehatan para staff, konsumen, dan komunitas setia New Balance. Para konsumen masih bisa membeli produk-produk kami melalui pembelian daring. Akan tetapi, proses akan diselelsaikan lebih lama dari biasanya sehingga saya meminta kesabarannya,” tulis Joe Preston di surat terbuka.

Sudah tak terhitung jumlahnya gerai-gerai di Amerika Serikat berhenti beroperasi. Converse, Lululemon, KITH, Patagonia, Stadium Goods, hingga Supreme telah mengumumkannya lewat berbagai sumber. Mereka mematuhi anjuran pemerintah Negeri Paman Sam agar warganya mengurangi aktivitas di luar ruang guna meminimalisasi penularan COVID-19.

Johns Hopkins University mencatat bahwa 156.000 kasus Corona terjadi di dunia. Dengan 5833 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Terkait hal ini, Pemerintah Indonesia menganjurkan agar kegiatan yang dapat mengumpuilkan masyarakat ditiadakan untuk sementara waktu. Hal ini kemudian dipatuhi IBL dengan membatalkan seri Malang yang harusnya diadakan akhir pekan kemarin.

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern