NBA Draft 2020 disebut sebagai salah satu kelas draft dengan talenta menjanjikan paling penuh. Hal ini bisa ditanggapi positif dan negatif. Untuk tim-tim NBA, mereka tak perlu khawatir jika target utama mereka meleset karena banyak target cadangan yang secara ketangkasan tak jauh berbeda. Sebaliknya untuk pemain, hal ini membuat peluang mereka terpilih semakin kecil. Dalam satu prosesi draft, hanya ada 60 pemain yang terpilih. Sementara kandidat pemain berjumlah nyaris empat kali lipatnya.

Salah satu pemain yang menyadari peluang kecil ini dan memutuskan mundur dari NBA Draft 2020 adalah Mac McClung. Garda dari Georgetown University ini mengumumkan pengundruan dirinya pada 14 Mei 2020, waktu setempat. Selain mundur dari NBA Draft 2020, Mac juga mengajukan surat pindah dari Georgetown.

“Ada beberapa hal yang membuat saya merasa tidak punya pilihan lain selain mundur dari NBA Draft dan Georgetown,” terang Mac kepada ESPN. “Jujur saya sangat ingin bertahan di Georgetown, tapi pengalaman dan perjalanan karier saya membuat saya sadar bahwa saya tidak mungkin bertahan. Saya mencari tempat yang bisa saya sebut rumah. Tempat di mana saya menjadi bagian dari keluarga baru dan membantu kesuksean tim,” imbuhnya.

 Mac mendeklarasikan dirinya untuk ikut NBA Draft 2020 pada Maret lalu. Ia sudah melalui beberapa tahapan NBA. Bahkan, keputusan mundur ini disebut oleh agen Mac, Daniel Hazan, datang dari hasil 11 kali wawancara dengan tim NBA. Mac sendiri masih menyisakan lima wawancara sebelum keputusan mundurnya keluar.

“Saran-saran yang ia dapatkan dari hasil wawancara dengan tim NBA membawanya kepada keputusan mundur dari NBA Draft dan Georgetown,” ujar Daniel kepada The Washington Post. “Mereka (tim-tim NBA) mengharapkan Mac lebih menunjukkan kemampuannya sebagai fasilitator, bermain lebih sebagai point guard.”

Selama bermain di Georgetown, Mac memang lebih banyak berperang sebagai pencetak angka. Musim ini, ia jadi top skor tim dengan 15,7 poin, 2,4 asis, dan 1,4 steal per gim. Nama Mac melambung tinggi di bangku SMA dengan aksi-aksi dunk spektakuler dan tripoin dari jarak cukup jauh. Namun, dengan tinggi 188 sentimeter, tim-tim NBA ingin ia mengembangkan kemampuannya sebagai fasilitator. (DRMK)

Foto: Bleacher Report

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern