D’Angelo Russell adalah salah satu pemain yang paling diburu pada musim panas 2019 lalu. Bermodal penampilan impresifnya bersama Brooklyn Nets dan terpilih di laga All Star, banyak tim mulai memperhatikan situasi Russell yang akan menjadi pemain bebas. Namun, kejutan besar terjadi setelah ia menerima skema sign and trade antara Nets dan Golden State Warriors. Russell menjadi pemain Warriors dan Kevin Durant menyebrang ke Nets.

Keputusan ini cukup membuat banyak pengamat kebingungan. Pasalnya, meski Durant sudah menunjukkan tanda-tanda tak akan lanjut dengan Warriors, tidak ada pengamat yang berpikir bahwa Warriors memilih Russell. Selain gaya bermain yang tidak tampak relevan dengan Warriors, tim ini tampak lebih butuh seorang forwarda ketimbang garda.

Apa yang diperkirakan banyak pengamat lantas benar terjadi tepat sebelum batas akhir pertukaran pemain. Warriors yang memiliki rekor menang-kalah terburuk di musim ini memutuskan menukar Russell ke Minnesota Timberwolves untuk Andrew Wiggins, seorang forwarda.

Menariknya, Timberwolves sendiri adalah salah satu tim yang disebut-sebut sebagai pemburu Russell di musim panas lalu. Tak sampai di situ, kedekatan Russell dengan bintang Timberwolves, Karl-Anthony Towns, juga membuat banyak orang mengira ia akan memilih Timberwolves. Setelah di Timberwolves pun, Russell tampak sangat bahagia, jauh dari pengalamannya di tiga tim sebelumnya.

Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan. Mengapa ia tak memilih bergabung saja dengan Timberwolves di musim panas lalu. Andai saja ia bergabung sejak awal musim, mungkin saja prestasi Timberwolves bisa lebih baik dengan mengandalkan duetnya dengan Towns. Pertanyaan tersebut akhirnya baru dijawab secara langsung oleh Russell dalam wawancara terbarunya dengan The Athletic.

“Saya ingat melewati semua proses di musim panas lalu dan berpikir jika saya bergabung ke Timberwolves, saya bisa bermain dengan Towns dan teman-teman di sana dan mungkin saja saya bisa lebih tenang serta senang di sana,” terang Russell. “Akan tetapi, ada sesuatu di kepala saya yang bilang bahwa saya harus memperjuangkan setiap uang yang layak atas diri saya saat ini dan saya memilih Warriors.”

Pernyataan ini tampak menjelaskan seluruh situasi. Skema sign and trade Nets dan Warriors membuat Russell mendapatkan kontrak maksima AS$117 juta selama empat tahun. Timberwolves sendiri tidak bisa memberikan kontrak serupa pada saat itu atau lebih tepatnya kesulitan. Pasalnya, di dalam skuat Timberwolves sendiri, sudah ada dua pemain berkontrak maksimal, Towns dan Wiggins. Hasilnya, Russell dan Timberwolves harus menunggu sekitar delapan bulan untuk akhirnya bersatu.

Musim 2020-2021 akan menjadi musim pembuktian sesungguhnya untuk Russell, Towns, dan Timberwolves. Sanggupkah dua superstar muda ini menjadi penyelemat Timberwolves dari segala catatan buruk organisasi ini. Ditambah dengan kemungkinan mendapatkan hak memilih 10 besar di NBA Draft nanti, Timberwolves bisa jadi tim muda yang menarik dinanti aksinya. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern