Playoff adalah sebuah panggung yang sangat jauh berbeda dalam perjalanan satu musim NBA. Banyak perubahan yang dilakukan oleh tim-tim NBA saat menghadapi playoff demi meraih gelar juara. Ambil contoh Kawhi Leonard yang musim lalu mengantarkan Toronto Raptors meraih gelar juara. Ia banyak absen di musim reguler dengan dalih load management. Namun, ia tak sekalipun absen di playoff hingga menjadi MVP final.

Jelang berlanjutnya kembali musim 2019-2020, Philadelphia 76ers berencana melakukan perubahan besar. Saat melakukan jumpa wartawan secara virtual usai latihan, Kepala Pelatih Sixers, Brett Brown, menyatakan akan melakukan perubahan besar untuk Ben Simmons. Hal ini sendiri sudah terlihat selama tim berlatih di Orlando.

Ben yang sejak bermain di NBA tiga musim lalu meghabiskan mayoritas menit bermainnya sebagai point guard, akan digeser menjadi power forward. Sebagai gantinya, pemain tahun kedua yang semakin menunjukkan potensinya, Shake Milton, akan mengisi posisi awal Ben. Dengan ini, hampir dipastikan bahwa Al Horford akan turun dari bangku cadangan.

“Dalam upaya mencoba beberapa hal baru, kami akan melakukan eksperimen tingkat tinggi dengan mengurangi frekuensi Ben membawa bola dan bagaimana kami mengatur rotasi menit bermain,” ujar Brett. “Ben adalah pemain yang sangat dinamis dan dia seharusnya kita sebut sebagai point forward. Mari kita bicara tentang kecepatan berlari. Tidak ada pemain secepat Ben dengan ukuran tubuh yang sama, kecepatan adalah kekuatan utamanya," imbuh pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Di sisi lain, Brett mendaku tidak menyesali sedetikpun menempatkan Ben menjadi point guard Sixers di tiga musim terakhir. Ia menyadari potensi Ben dan ini keputusan yang ia ambil mengingat Sixers tak memiliki point guard papan atas. “Ini adalah keputusan saya. Saya bilang ke Ben untuk membawa bola dan kami menjadikannya point guard. Ben tidak datang ke tim seolah ia mengambil posisi point guard dari pemain lain yang sudah mengisi posisi itu dalam waktu lama. Kami tidak punya pemain seperti Chris Paul atau Damian Lillard,” pungkasnya.

Ben dan Brett sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Keduanya bekerja sama dalam beberapa kesempatan sebelum di Sixers, hal ini yang membuat Brett paham betul potensi Ben. Namun, kali ini, demi membuat Sixers lebih tangguh, Brett harus membuat keputusan yang terbaik untuk tim. Milton menorehkan 17,8 poin dan 4,1 asis per gim di sembilan gim Sixers terakhir. Ia juga memiliki akurasi tripoin 60 persen di jarak waktu yang sama.

Kombinasi Milton, Josh Richardson, Tobias Harris, Ben, dan Joel Embiid akan membuat Sixers tak lagi memiliki tim dengan postur tertinggi. Namun, Sixers akan menjadi tim yang jauh lebih fleksibel, utamanya dari area tripoin. Jika koneksi tim ini terbentuk dengan baik selama di Orlando, bukan tidak mungkin Sixers akan mengubah peruntungan mereka untuk babak playoff. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern