Dallas Mavericks seperti pasukan muda yang pantang menyerah di playoff NBA 2020 ini. Meski sempat kalah di gim pertama, namun ada beberapa faktor yang bisa membuat kemungkinan mereka bisa menumbangkan LA Clippers di playoff kali ini semakin besar. Tiga faktor tersebut adalah Luka Doncic, mengganggu akurasi lawan, hingga kontrol gim yang bagus.

Luka Doncic menjadi faktor utama yang membuat Mavericks bisa unggul dari Clippers. Lihat saja di gim kedua. Meski sebagian besar waktu di babak kedua dihabiskan di bangku cadangan, Doncic tetap bisa mencetak sejarah baru. Pada gim pertama, Doncic mencetak 42 poin, 12 rebound, dan 11 asis. Sedangkan di gim kedua, ia mencatatkan 28 poin. Hebatnya lagi, hampir tripel dobel juga.

Catatan tersebut mampu mengungguli poin yang pernah dicetak oleh Kareem Abdul-Jabbar di tahun 1970. Saat itu, Abdul-Jabbar mencetak 69 poin dalam dua gim playoff bersama Milwaukee Bucks. Sedangkan untuk rekor terbaik sepanjang masa dibuat oleh George Mikan bersama Minneapolis Lakers dengan catatan 75 poin.

Sementara, terlihat beberapa startegi menghentikan Doncic justru berakhir pelanggaran para pemain Clippers. Ini yang membahayakan bagi mereka.

Hal tersebut akan sangat berkaitan dengan faktor kedua, yaitu akurasi tembakan Clippers yang terganggu. Di gim kedua, Patrick Beverly absen karena cedera betis kiri. Cedera yang sama ketika dirinya harus absen lima pertandingan "seeding game". Kondisi tersebut juga diakui oleh Kepala Pelatih Doc Rivers, yang tidak bisa memastikan kapan Beverly kembali tampil.

Di gim kedua, Paul George melakukan tiga kali pelanggaran sebelum kuarter pertama berakhir. Ini membuatnya harus duduk di sebagian besar waktu babak pertama. George juga tidak mencetak poin sampai empat menit kuarter ketiga. Kebuntuan itu berpengaruh besar pada produktifitas Clippers.

Lagi-lagi Doncic yang menjadi penyebabnya. Doncic bertabrakan dengan Kawhi Leonard sebelum babak pertama usai. Kemudian Doncic duduk di bangku cadangan saat kuarter tiga dan empat. Ternyata Doncic juga pemain watak. Selama di bangku cadangan, Doncic mengganggu konsentrasi para pemain Clippers. Hasilnya bagus juga, karena Clippers kalah 29-37 di kuarter ketiga. Bukan karena Mavericks yang bagus, namun akurasi tembakan Clippers yang menurun. Satu-satunya pemain Clippers yang tidak terpengaruh dengan kelakuan Doncic adalah Kawhi Leonard. MVP Final NBA 2019 itu tetap tenang.

Faktor ketiga adalah perubahan emosi di tim Mavericks. Pada pertemuan pertama, Kristaps Porzingis dikeluarkan karena melakukan dua kali technical-foul. Insiden tersebut langsung membuat ritme permainan Mavericks buyar. Akhirnya mereka kalah di gim pertama dengan skor 110-118.

Memasuki gim kedua, tampaknya Kepala Pelatih Rick Carlisle berhasil meredam emosi pemain-pemain muda. Bisa dilihat di gim kedua ini, bahwa Mavericks bisa bermain lebih baik ketika emosi para pemainnya bisa dikontrol. Tiga faktor inilah yang bisa membuat persentase kemungkinan Mavericks menyingkirkan Clippers di putaran pertama semakin besar. (tor)

Foto: NBA

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern