Satu lagi liga basket multinegara di satu regional tersaji di dunia. Adalah East Asia Super League (EASL) yang baru saja mendapatkan restu dari induk organisasi basket dunia, FIBA. EASL akan menggelar liga antar tim-tim terbaik regional Asia Timur plus Filipina. Restu yang diberikan oleg FIBA berupa penyelenggaraan liga ini selama 10 tahun ke depan.

“EASL telah menunjukkan kemampuan operasional yang baik dalam menyelenggarakan kompetisi level tinggi antar tim dan komitmen tinggi untuk mengembangkan basket khususnya di Asia Timur dalam bentuk sebuah liga,” terang Hagop Khajirian, Eksekutif Direktur FIBA Asia dalam rilis resmi. “Kami cukup senang bisa menyepakati perjanjian dukungan untuk EASL sebagai liga ekslusif di kawasan Asia Timur,” imbuhnya.

EASL sendiri sebenarnya sudah ada sejak 2017. Dalam dua tahun pengembangannya (musim 2020 ditunda karena pandemi virus korona), jumlah peserta berhasil meningkat dari delapan menjadi 12. Di dua tahun terakhir, setidaknya satu tim asal Filipina ikut menjadi peserta. Hal ini pula yang membuat Filipina akhirnya masuk dalam jajaran negara yang boleh ikut serta di EASL hingga 10 tahun ke depan. Selain Filipina, EASL juga akan diikuti tim dari Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Cina Taipei.

EASL akan kembali digelar pada Oktober 2021 nanti, satu bulan setelah FIBA Asia Champions Cup. Di dua penyelenggaraan pertamanya nanti, EASL akan kembali ke format mereka dengan delapan tim saja. Tim-tim tersebut akan memainkan babak grup dengan format kandang-tandang. Selanjutnya, mereka akn bermain di babak Final Four di kisaran Februari untuk menentukan juara, peringkat dua, dan peringkat tiga. Rencananya, EASL akan melakukan ekspansi jumlah tim baru pada musim ketiganya. Mereka menargetkan 16 tim akan berlaga pada 2023 nanti.

“EASL cukup bangga bisa mendapatkan restu dan dukungan dari FIBA untuk menggelar liga. Dengan tim peserta dari area Cina, Jepang, Korea, dan Filipina, kami percaya diri bisa menjadi salah satu liga profesional terbaik di liga pada 2025 nanti. Kami juga terus mengikuti visi FIBA untuk memperkuat tim dan liga domestik di Asia Timur dengan potensi penggemar mencapai 2 Milyar orang demi mewujudkan ambisi penyelenggaraan FIBA’s Global Club Championship,” ujar CEO EASL, Matt Beyer.

Di penyelenggaraan tahun 2019, Liaoning Flying Leopards keluar sebagai juara. Mereka diperkuat mantan pemain Los Angeles Lakers, Lance Stephenson, dan mantan pemain Dallas Mavericks, Salah Mejri. Edisi 2019 juga diikuti calon pemain naturalisasi Indonesia, Lester Prosper. Kala itu, Prosper membela tim Filipina, San Miguel Beermen. Dua wasit Indonesia, Harja Jaladri dan Budi Marfan juga memimpin laga-laga EASL tahun itu. (DRMK)

Foto: FIBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern