Para pemain NBA yang kini berlaga di playoff melakukan aksi boikot dalam rangka protes atas penembakan Jacob Blake di Kenosha. Aksi tersebut sudah berlangsung tiga hari, bila termasuk penundaan hari Jumat, 28 Agustus 2020 waktu setempat. Namun pada hari Kamis lalu, atau saat pertama kali boikot pertandingan dilakukan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan komentar yang menyatakan bahwa NBA telah menjadi organisasi politik.

Komentar Trump itu sebelumnya disertai dengan kalimat bahwa dirinya tidak tahu yang terjadi di NBA sekarang. Trump hanya tahu bahwa peringkat NBA di media penyiaran sedang buruk. Trump juga tidak suka bila sebuah liga olahraga berubah menjadi organisasi politik.

Baca Juga: Donald Trump Sebut NBA Jadi 'Organisasi Politik'

Komentar Trump ini memicu reaksi pemain NBA. Salah satunya Andre Iguodala. Pemain Miami Heat tersebut menanggapi pernyataan Trump dengan penjelasan yang lebih dewasa.

"Ketika orang-orang seperti kami diperlakukan tidak baik selama ratusan tahun, itu bukanlah organisasi politik atau agenda politik. Itu adalah organisasi manusia dan agenda manusia," kata mantan pemain Golden State Warriors tersebut kepada Don Lemon dari CNN.

"Itulah mengapa kami merasa sampai pada suatu titik di mana kami harus berhenti sejenak dari bisnis hiburan. Untuk kembali membuat orang-orang melihat kenyataan yang ada. Ini adalah bagian dari proses meminta pertanggungjawaban atas tindakan orang-orang yang salah"

Iguodala yang berada di "gelembung" NBA bersama Heat punya alasan kuat mengapa mereka mau melanjutkan liga. Mereka ingin liga menjadi alat pemersatu. Liga menjadi sarana kampanye tentang kesetaraan ras dan keadilan sosial. Namun sayangnya, upaya itu belum maksimal menurut mereka. Oleh sebab itu, mereka meminta berhenti dan kembali berpikir tentang cara yang lebih efektif untuk menyampaikan tujuan perjuangan para pemain.

NBA dan NBPA, termasuk juga Dewan Gubernur akhirnya bertemu. Mereka merumuskan hal-hal baru yang akhirnya disepakati sebagai syarat untuk melanjutkan kompetisi musim 2019-2020.

Baca Juga: NBA Kembali Dilanjutkan Sabtu, 29 Agustus 2020

Jadi, akhirnya NBA dan Asosiasi Pemain punya solusi. Mereka duduk bersama guna mengatur langkah baru untuk perubahan. Liga sendiri belum dilanjutkan karena karyawan kantor NBA juga ikut aksi solidaritas ini.

Baca Juga: Karyawan NBA Ikut Boikot, Pertandingan Belum Bisa Digelar Hari Ini

Sementara itu, setelah ada pertemuan lebih lanjut, pemain sepakat mereka akan kembali tampil pada hari Sabtu, 29 Agustus waktu Amerika Serikat. Seperti yang disampaikan Iguodala, dirinya tidak ingin perjuangan ini memudar hanya karena persaingan kompetisi. Iguodala sendiri pernah menjabat sebagai wakil presiden NBA pada 2019 lalu. Dia ingin para pemain bersatu menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik. (tor)

Foto: jweekly.com

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern