Dallas Mavericks menjadi perbincangan banyak pihak musim ini. Dari tim yang hanya meraih 33 kemenangan dan finis di peringkat 14 Wilayah Barat musim lalu, Mavericks berubah cepat musim ini dengan duduk di peringkat tujuh Wilayah Barat dan meraup 10 kemenangan lebih banyak dari musim lalu. Mavericks juga akhirnya kembali tampil di playoff untuk pertama kali sejak 2016 lalu.

Luka Doncic tentu adalah faktor utama kebangkitan Mavericks. Baru memasuki musim keduanya, Luka bermain bak veteran yang sudah memiliki pengalaman lebih dari lima tahun. Di musim keduanya juga, Luka sudah terpilih sebagai All Star, All-NBA First Team, dan finis di peringkat keempat untuk Most Valuable Player (MVP), di belakang Giannis Antetokounmpo, LeBron James, dan James Harden.

Luka adalah tokoh utama, tapi ia tak akan bisa melangkah lebih jauh tanpa dukungan barisan pendukung. Dalam hal ini, Mavericks sendiri telah merekrut Kristaps Porzingis untuk menemani Luka. Sayangnya, Porzingis terkendala banyak cedera yang membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan. Musim lalu ia absen penuh sedangkan musim ini, cedera membuatnya absen di tiga gim terakhir putaran pertama playoff.

Melihat kondisi ini, pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Porzingis pun terus mencuat. Pasalnya, perkembangan Mavericks sebagai sebuah tim pun tergantung dengan hal ini. Dallas News lantas berbincang dengan salah satu mantan dokter tim Mavericks yang bernama Dr. Souryal. Souryal menjelaskan sedikit banyak mengenai apa yang dihadapi oleh Porzingis.

(Baca juga: Seputar Cedera Kristaps Porzingis dan Rencana Masa Depan Mavericks)

“Setiap Anda memiliki pemain bintang dengan rentetan cedera, utamanya di dua lututnya, Anda pasti memiliki berbagai macam pemikiran,” buka Souryal. “Namun, saya melihat ia (Porzingis) telah kembali sepenuhnya bahkan jauh lebih kuat setelah cedera ACL. Cedera itu sudah tak lagi menghantuinya. Namun, cedera-cedera lainnya harus ditanggulangi dengan caranya masing-masing.”

“Kondisi ini sendiri tak spesial terjadi di Porzingis. Jika kita melihat liga secara keseluruhan, kita sadar bahwa banyak cedera yang melanda pemain-pemain besar di NBA. Hal ini terjadi karena adanya perubahan permainan basket yang membuat para pemain besar itu juga beradaptasi dengan permainan yang ada,” lanjutnya.

“Kita melihat jauh lebih banyak pemain besar sekarang ketimbang satu dekade yang lalu. Hebatnya lagi, mereka jauh lebih atletis ketimbang satu dekade yang lalu. Semakin banyak Anda melihat pemain besar, semakin banyak Anda melihat tingkat atletisme yang tinggi. Oleh karena itu, peluang cedera juga semakin bertambah,” tutupnya.

Pernyataan Souryal bisa jadi cukup menenangkan penggemar Mavericks. Jika kesehatan Porzingis terus terjaga sepanjang musim depan, Luka terus berkembang, dan ada bantuan satu pemain lain untuk menyokong mereka, Mavericks bisa jadi salah satu kuda hitam di NBA. Hal yang lebih hebat lagi dalam kondisi ini adalah fakta bahwa baik Luka dan Porzingis baru berusia 21 serta 25 tahun. Masa depan cerah untuk Mavericks. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern