NBA dan NBPA akan mengumumkan tanggal pelaksanaan liga musim depan pada Kamis, 6 November waktu Amerika Serikat. Menurut ESPN, Asosiasi Pemain NBA (NBPA) hampir mencapai kesepakatan untuk memulai liga musim depan pada 22 Desember dengan pengurangan 10 pertandingan untuk musim reguler.

Beberapa waktu lalu, mainbasket.com menulis tentang tarik-ulur tanggal mulai kompetisi musim 2020-2021 antara NBA dan NBPA. Ternyata, Adrian Wojnarowski dari ESPN melaporkan bahwa dewan gubernur NBA dan NBPA mengadakan pertemuan terpisah tentang masalah tersebut. Mereka ingin segera menyelesaikan perdebatan ini agar persiapan klub bisa dimulai. Asosiasi pemain diperkirakan akan menentukan sikap di hari Kamis nanti. Masih dari laporan ESPN, NBPA akan menyetujui penyesuaian gaji pemain NBA sebesar 18 persen selama dua tahun.

Sementara itu, NBA Draft tetap diselenggarakan tanggal 18 November 2020. Lalu kamp pelatihan klub-klub bisa dimulai pada 1 Desember 2020. Proyeksi tanggal 22 Desember tersebut mengacu pada jadwal Olimpiade Tokyo, pada 23 Juli 2021 mendatang. Harapannya NBA sudah selesai satu atau dua minggu sebelum Olimpiade dimulai.

Meski begitu, sampai hari ini belum ada keputusan soal penonton. Faktanya, NBA telah kehilangan pendapatan sebesar AS$800 juta dalam penjualan tiket pertandingan setelah musim ditunda pada Maret lalu. Liga juga dilaporkan kehilangan AS$400 juta untuk sponsor dan merchandise, serta AS$200 juta setelah boikot yang dilakukan penonton Cina karena protes terhadap Daryl Morey. Pada akhirnya, potensi kerugian NBA akan lebih besar lagi di musim depan.

Dari sisi pemain, mereka hanya ingin liga memperhatikan masa istirahat saja. Contohnya pada musim jeda musim 2018-2019 lalu. Mereka bisa beristirahat sampai 107 hari, karena pertandingan terakhir terjadi di 13 Juni 2019, lalu musim baru 2019-2020 dimulai pada 28 September 2019. Bedanya sekarang, mereka hanya punya waktu istirahat 51 hari. Final terakhir digelar 11 Oktober 2020, lalu 1 Desember mereka harus kembali ke kamp pelatihan.

Memang itu yang dialami tim Los Angeles Lakers dan Miami Heat. Tetapi bila melihat tim lain, ada delapan tim yang tidak bertanding sejak bulan Maret. Mereka juga tidak lolos ke lanjutan NBA di Orlando. Kalau pun ada protes, mungkin hanya klub-klub yang masuk ke playoff saja. Sisanya, mereka akan menerima bila liga dimulai 22 Desember nanti.

Protes justru diajukan oleh para pemain veteran dari Lakers dan Heat. Seperti yang pernah diutarakan oleh Danny Green. Dia mengatakan bahwa pemain seperti LeBron James tidak akan bermain di awal musim bila liga dimulai Desember. (tor)

Foto: bleacherreport

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern