David Singleton sudah datang di Yogyakarta. Pelatih muda asal Amerika Serikat tersebut mulai memimpin persiapan Bank BPD DIY Bima Perkasa menuju IBL 2021 yang rencananya dimulai 15 Januari tahun depan. Bagi Dave -sapaan akrabnya-, Bima Perkasa punya potensi yang bagus. Namun untuk mengembangkan potensi tersebut, Dave perlu membangun budaya baru di Bima Perkasa.

David Singleton menangani Pacific Caesar Surabaya di IBL 2020 lalu. Kini dia akan kembali bersaing di IBL bersama tim barunya. Menurut Dave, Bima Perkasa punya pemain yang bagus. Materi gabungan antara senior dan junior juga merata.

"Pertama-tama saya sangat terhormat dan bersemangat menjadi kepala pelatih Bima Perkasa," ujarnya, Rabu, 2 Desember 2020.

"Saya pikir kami memiliki pemain inti yang kuat. Kami juga menambahkan beberapa pemain baru seperti Febri (Utomo), serta pemain yang terus tumbuh dan berkembang di roster kami seperti Nuke, Adit, Tifan, Restu, dan Raylly."

Melihat komposisi tim yang ada, Dave merasa Bima Perkasa punya potensi yang bagus. Namun itu tidak berarti apa-apa tanpa usaha dari para pemainnya. Dave tidak memberikan patokan target. Hanya saja, dia ingin Bima Perkasa lebih baik dan berkembang dari musim lalu.

"Kami hanya perlu meluangkan waktu lebih banyak agar bisa memaksimalkan potensi yang ada sekarang. Kami sedang membangun budaya baru di sini. Memberikan formula yang baru kepada para veteran serta pemain muda tentang apa yang diperlukan untuk memaksimalkan tingkat keahlian dan bakat mereka," jelasnya.

Kedatangan David Singleton ke Bima Perkasa memberi harapan baru bagi tim tersebut. Karena sejak ikut IBL tahun 2016-2017 hingga sekarang, Bima Perkasa sekali tampil di playoff IBL 2018-2019. Sementara, Dave juga diminta untuk mengembangkan program pembinaan pemain muda milik Bima Perkasa. Mereka ingin memajukan basket khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (tor)

Foto: Tim Media Bima Perkasa

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern