Begitu Steve Nash memilih Amar’e Stoudemire menjadi asistennya, banyak pihak langsung berkaca kepada era kejayaan keduanya saat masih bermain di Phoenix Suns. Gaya bermain run n gun yang juga disebut seven second or less karena mereka hanya menghabiskan waktu sekitar tujuh detik untuk melakukan eksekusi tersebut menjadi kunci keberhasilan mereka menjadi kekuatan baru di Wilayah Barat, meski tak berujung dengan gelar juara atau penampilan di final.

Gaya bermain tersebut terjadi ketika keduanya dilatih oleh Mike D’Antoni. Perlu juga diingat, di waktu itu, Nash berhasil membawa pulang dua gelar Most Valuable Player (MVP) secara beruntun. Hal-hal ini yang membuat banyak pihak berspekulasi bahwa Nash dan Stoudemire akan menggunakan cara yang sama untuk Nets di musim yang akan datang.

(Baca juga: Jadwal Pembuka NBA (Sementara), Nets Jumpa Warriors dan Duel Los Angeles (Lagi))

Spekulasi itu pun akhirnya terjawab dan sesuai. Kepada CLNS Media, meski tak menjelaskan langsung bahwa ia akan mengadopsi seven second or less, Nash sudah sangat yakin bahwa kecepatan akan menjadi kunci utama permainan Nets musim ini.

“Kami ingin bermain dengan tempo yang cepat,” buka Nash. “Kami ingin mendorong bola secepat-cepatnya saat transisi dan kondisi open court. Setelah menyebrang ke lapangan lawan, kami ingin para pemain mengambil keputusan dengan cepat, membuka ruang, dan mengambil keuntungan dari kemampuan mengatur bola serta menembak yang kami punya,” imbuhnya.

“Kami punya beberapa senter yang memiliki kemampuan melompat dengan baik. Dengan keberadaan mereka, kami akan bisa memberi tekanan kepada lawan di area dekat ring dan bisa membuat pertahanan lawan terpecah. Saya jelas berpikir akan ada persamaan gaya bermain dengan yang saya lakukan di Suns dulu, namun saya juga berpikir bahwa gaya bermain kami di Suns dulu adalah gaya bermain yang sangat lumrah di era sekarang,” tutupnya.

Pernyataan Nash memang bisa dibilang cukup akurat. NBA era sekarang sangat bergantung kepada tembakan jarak jauh dan untuk mempermudah melepaskan tembakan, tim-tim NBA berusaha menciptakan jarak selebar-lebarnya saat menyerang (spacing). Di samping itu, karena akurasi yang semakin baik, tim-tim NBA juga tidak perlu waktu lama untuk melakukan eksekusi, seperti Suns dulu.

Dengan kehadiran Kyrie Irving dan Kevin Durant, Nash tak perlu khawatir untuk meloloskan bola dari separuh lapangannya ke separu lapangan lawan. Di samping keduanya, nama-nama seperti Caris LeVert, Joe Harris, serta Jarrett Allen dan Deandre Jordan menjadi pelengkap yang sesuai dengan penggambaran Nash di atas. Menarik melihat bagaimana Nets bermain dengan gaya cepat plus personel yang cukup mumpuni. Sanggupkah mereka menjadi raja baru di Wilayah Timur dengan kekuatan ini?(DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern