James Harden masih belum mau muncul di media. Bahkan setelah menyelesaikan kamp pelatihan jelang musim 2020-2021. Houston Rockets pun sudah berlaga di pramusim NBA. Ada yang bilang bahwa Harden hanya tidak mau dimintai pertanggungjawaban atas apa yang terjadi di Rockets selama ini.

Seperti dilansir foxsports.com, Harden sudah menyelesaikan tahapan pramusim, seperti kamp pelatihan, hingga menjalani enam tes Covid-19 dengan hasil negatif. Tetapi dirinya justru belum mau muncul di media. Bahkan saat timnya berlaga di pramusim melawan Chicago Bulls, kemarin, 11 Desember waktu Amerika Serikat.

Setelah pertandingan, kepala pelatih Stephen Silas menjelaskan duduk permasalahannya. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Silas masih membuka tangan untuk Harden. Silas masih berharap Harden mau kembali bermain untuk Rockets musim depan. Tetapi, Silas tidak terburu-buru menyuruhnya bergabung di tim.

"Saya yakin dia akan baik-baik saja. Di sini, saya sengaja membiarkannya. Seperti yang sudah saya katakan, saya memberi ruang kepada Harden untuk berpikir. Saya masih yakin Harden akan kembali ke tim ini saat liga dimulai," ujar Silas.

Seperti yang banyak diberitakan media, Harden meminta ditukar ke tim lain. Ada empat tim yang disebut Harden yaitu Philadelphia 76ers, Brooklyn Nets, Miami Heat, dan Milwaukee Bucks. Namun sampai sekarang, Rockets tetap berkukuh tidak ingin melepaskan Harden.

"Rockets akhirnya mendapatkan pelatih kulit hitam muda, pelatih kulit hitam muda, dan Harden masih tidak ingin muncul di kamp?," kata Jackson di Instagram.

Menurut pandangan Jackson, Harden tidak ingin dimintai pertanggungjawaban, baik di dalam maupun di luar lapangan tentang apa yang terjadi di Rockets selama ini. Termasuk rentetan kegagalan Rockets selama dirinya bermain di klub tersebut.

"Sederhana saja, James Harden tidak ingin dimintai pertanggungjawaban," kata Jackson. "D'Antoni adalah pelatih dengan strategi pertahanan terburuk dalam sejarah NBA. Jadi, James berusaha untuk terus dekat dengan D'Antoni sehingga dia tidak bisa dimintai pertanggungjawaban."

Harden sudah menjadi pencetak poin terbanyak di NBA selama tiga musim terakhir. Musim lalu, Harden mencetak rata-rata 34,4 poin per gim. Sayangnya reputasinya buruk ketika masuk babak playoff. Sejak 2013 hingga sekarang, Harden hanya pernah sampai putaran kedua saja. Masa depannya di Rockets semakin suram ketika kepala pelatih Mike D'Antoni mengundurkan diri akhir musim lalu. Ditambah lagi, Daryl Morey pergi ke Philadelphia 76ers. Dan, yang terakhir Russell Westbrook ditukar dengan John Wall. Manajer baru Rockets, Rafael Stone juga memilih untuk mengambil Christian Wood dan DeMarcus Cousins dari bursa pemain "free agent". (tor)

Foto: Houston Cronicle

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern