NBA dengan tegas menyatakan tak akan menghentikan kompetisi musim 2020-2021. Padahal tim-tim sedang berjuang untuk mengurangi dampak penularan virus Covid-19. NBA punya alasan yang membuat mereka yakin tidak perlu mengentikan liga.

Hari ini, pertandingan Boston Celtics Vs. Miami Heat ditunda karena jumlah pemain kedua tim tidak cukup. Beberapa orang dinyatakan positif Covid-19, seperti Jayson Tatum dan Avery Bradley. Sementara yang lainnya ada dalam daftar pemain cedera dan pemain yang menjalani karantina, karena sempat kontak dengan penderita Covid-19.

"Kami sudah mengantisipasi penundaan pertandingan musim ini, dan merencanakan jadwal yang sesuai. Tidak ada rencana untuk menghentikan musim, dan kami terus mendapatkan paduan dari pakar medis untuk protokol kesehatan dan keselamatan," kata juru bicara NBA, Mike Bass kepada ESPN.

Penundaan laga Celtics kontra Heat menjadi kasus kedua selama musim ini. Tetapi beberapa tim sudah mengalami kerugian karena Covid-19. Misalnya Philadelphia 76ers, yang harus bermain dengan delapan orang saja karena bintangnya sedang di karantina. Sixers harus merelakan tren positifnya putus karena kalah dari Denver Nuggets. Sementara itu, bintang Washington Wizards Bradley Beal juga harus menjalani karantina setelah bermain dengan Boston Celtics. Sebab, Beal terbukti melakukan kontak dekat dengan Jayson Tatum.

Meski kasus Covid-19 di NBA meningkat, mereka tetap melanjutkan kompetisi. NBA menganggap bahwa menghentikan liga tidak akan mengubah penyebaran Covid-19 di antara pemain. Bahkan, dengan mengentikan liga, penyebaran virus malah makin meningkat. Ternyata ini sudah dipikirkan oleh NBA sebelumnya. Mereka tahu dengan menjalankan kompetisi semi-terbuka atau tanpa menggunakan sistem "gelembung", maka inilah risiko yang harus dihadapi.

Sejak dimulainya kamp pelatihan pada awal Desember 2020, sudah ada 63 pemain yang positif Covid-19, dari total 550 pemain. Ahli medis NBA menyarankan agar tidak menghentikan liga karena bakal lebih berbahaya. Sebab, menghentikan kompetisi artinya membiarkan para pemain tanpa pengawasan mereka. Ini yang justru bakal meningkatkan risiko penularan. NBA memilih untuk tetap melanjutkan kompetisi sambil berharapa vaksin bisa segera diberikan dalam beberapa minggu ke depan.

"Mereka (NBA) memberi tahu kami bahwa tidak perlu menghentikan kompetisi. Bila terjadi kasus, maka pertandingan akan ditunda. Tetapi tidak akan menghancurkan jadwal besar yang sudah dibuat. Dalam beberapa minggu ke depan, semuanya akan normal kembali," ucap salah satu manajer NBA yang tidak mau disebutkan namanya, kepada ESPN.

Jadi untuk saat ini, NBA akan sibuk mengatur ulang jadwal pertandingan yang ditunda. Bahkan, mungkin lebih banyak lagi pertandingan yang ditunda untuk beberapa hari ke depan. Sementara itu, klub-klub juga harus terus berjuang untuk mengurangi risiko penularan, sembari mengatur rotasi pemain. Sebab, bukan hanya Covid-19 yang melemahkan kekuatan mereka, badai cedera juga sedang melanda. Jadwal padat membuat para pelatih harus pintar dalam mengatur rotasi pemain. (tor)

Foto: BRProud.com

 

Populer

Brad Stevens Beberkan Rencana Celtics untuk Jayson Tatum dan Jaylen Brown
Permintaan Nikola Jokic untuk Denver Nuggets di Musim Mendatang
Kaus Jalen Williams Mendatangkan Denda Rp410 Juta
Kapan MVP NBA 2024-2025 Diumumkan?
Kristaps Porzingis Mengalami Post-Viral Syndrome Saat Playoff NBA 2025
Penjelasan Kombinasi Kode dan Nomor di Sepatu New Balance
Mencoba Menyibak Cara dan Sistem Pengaturan Skor di Basket Indonesia
Cara Mengetahui Ukuran Sepatu Berdasarkan Lebar Telapak Kaki
Mainbasket 3x3: Mengenal Dasar-dasar Strategi Deep V Pass & Cut – Screen & Cut
New Balance x Stone Island Hadirkan Sepatu Marathon Modern